Tiga pelajar di Bogor, Jawa Barat, mengalami kepanikan luar biasa setelah ijazah sekolah yang hendak dikumpulkan terjatuh ke lubang sumur di daerah Ciampea. Kejadian ini terjadi pada Rabu pagi, 29 Juli 2026, sekitar pukul 07.00 WIB. Mereka segera menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kabupaten Bogor untuk meminta pertolongan darurat.
Kronologi Kejadian
Menurut Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bogor, Yudi Santosa, peristiwa berawal ketika ketiga pelajar tersebut membawa ijazah mereka untuk dikumpulkan ke sekolah. Saat mereka duduk di dekat sumur di samping rumah salah satu teman, secara tidak sengaja salah satu dari mereka menyenggol tumpukan ijazah tersebut. Ijazah pun jatuh ke dalam lubang sumur yang cukup dalam.
"Kronologisnya, tiga orang pelajar membawa ijazah untuk dikumpulkan ke sekolahnya. (Ijazah) terjatuh akibat tersenggol oleh salah satu temannya, pada saat sedang duduk dekat sumur di samping rumahnya," kata Yudi saat dihubungi wartawan, Rabu (29/7/2026).
Melihat ijazah mereka tercebur ke dalam sumur, ketiga pelajar itu panik. Mereka sadar bahwa ijazah tersebut harus segera dikumpulkan ke sekolah pada hari yang sama. Tanpa berpikir panjang, mereka berlari ke kantor Damkar sektor Leuwiliang untuk melaporkan kejadian tersebut.
Proses Evakuasi
"Merasa panik, kemudian pelajar melapor ke kantor pemadam kebakaran sektor Leuwiliang untuk meminta bantuan, karena ijazah tersebut akan segera dikumpulkan ke sekolah," imbuh Yudi.
Laporan dari ketiga pelajar itu langsung ditindaklanjuti oleh pihak Damkar. Tim rescue dari kantor Damkar sektor Leuwiliang segera dikerahkan ke lokasi kejadian. Tiga anggota tim rescue yang terlatih turun ke lubang sumur dengan menggunakan alat pengaman lengkap, termasuk tali pengaman dan peralatan penyelamatan lainnya.
Proses evakuasi berlangsung dengan hati-hati untuk memastikan ijazah tidak rusak. Tim rescue berhasil mencapai ijazah yang terapung di permukaan air sumur dan segera mengangkatnya ke atas. Seluruh proses evakuasi hanya memakan waktu sekitar 15 menit.
"Situasi akhir, ijazah berhasil dievakuasi oleh tim. Penanganan sekitar 15 menit," kata Yudi dengan lega.
Kesimpulan
Berkat kesigapan tim Damkar, ijazah ketiga pelajar berhasil diselamatkan tanpa kerusakan berarti. Ketiga pelajar pun merasa sangat bersyukur dan berterima kasih kepada petugas Damkar yang telah membantu mereka. Kejadian ini menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk lebih berhati-hati saat membawa dokumen berharga di dekat area berbahaya.



