9 Sekolah Rakyat di Sulsel Ditarget Beroperasi Juli 2026, Dukung Pendidikan Inklusif
9 Sekolah Rakyat Sulsel Ditarget Beroperasi Juli 2026

9 Sekolah Rakyat di Sulsel Ditarget Mulai Beroperasi Juli 2026

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) bersama Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memperkuat sinergi dalam percepatan pembangunan sektor pendidikan melalui program Sekolah Rakyat. Saat ini, terdapat 9 Sekolah Rakyat permanen yang sedang dibangun di Sulsel dengan target siap digunakan pada Tahun Ajaran 2026/2027, dimulai sekitar Juli mendatang.

Komitmen Pusat dan Daerah

Komitmen ini mengemuka dalam pertemuan Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman dengan Menteri PU Dody Hanggodo di Jakarta pada Rabu, 22 April 2026. Pertemuan tersebut juga membahas dukungan pemerintah pusat terhadap prioritas pembangunan infrastruktur di Sulsel, meliputi sektor jalan, jembatan, dan irigasi.

"Pada kesempatan yang sama, kami juga menyerahkan sejumlah usulan prioritas pembangunan infrastruktur yang dinilai mendesak, meliputi sektor jalan, jembatan, dan irigasi di berbagai wilayah," ujar Andi Sudirman dalam keterangannya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Program Prioritas Nasional

Program Sekolah Rakyat merupakan prioritas Presiden Prabowo Subianto yang dirancang untuk jenjang SD, SMP, hingga SMA dengan konsep pendidikan berasrama (boarding school). Tujuannya adalah memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem, sekaligus mendukung pengentasan kemiskinan melalui pendidikan yang inklusif.

Program ini juga diposisikan sebagai bagian dari penguatan agenda pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045. Di Sulsel, 9 titik pembangunan Sekolah Rakyat permanen dikerjakan oleh Pemerintah Pusat, salah satunya di kawasan GOR Sudiang, Makassar, dengan memanfaatkan lahan milik Pemprov Sulsel.

Perluasan Layanan Pendidikan

Keberadaan 9 sekolah permanen ini dirancang untuk memperkuat dan melanjutkan layanan 16 Sekolah Rakyat rintisan yang saat ini beroperasi di 12 kabupaten/kota di Sulsel. Sekolah-sekolah rintisan tersebut telah melayani sekitar 1.750 siswa dari berbagai jenjang pendidikan.

Kepala Dinas Sosial Sulsel Malik Faisal menegaskan bahwa Pemprov Sulsel terus mengawal percepatan pembangunan, termasuk kesiapan lahan dan pemenuhan aspek lingkungan. Dukungan teknis juga diberikan agar seluruh pembangunan berjalan sesuai jadwal.

Target dan Standar Kualitas

Sinergi pusat dan daerah diperkuat dengan kepastian dari Kementerian PU bahwa 9 Sekolah Rakyat permanen di Sulsel ditargetkan siap digunakan pada Tahun Ajaran 2026/2027. Kepastian ini ditegaskan oleh Direktur Jenderal Prasarana Strategis Kementerian PU Bisma Staniarto usai meninjau progres pembangunan di berbagai lokasi pada November 2025.

"Standarnya tidak boleh turun. Sekolah harus selesai tepat waktu dan kualitasnya terjaga," tegas Bisma.

Menurutnya, pembangunan Sekolah Rakyat tidak hanya berorientasi pada penyelesaian fisik, tetapi juga mutu fasilitas dan kualitas lingkungan belajar. Setiap sekolah dirancang sebagai kawasan pendidikan terintegrasi dengan:

  • Ruang kelas berbasis teknologi
  • Laboratorium keterampilan
  • Perpustakaan digital
  • Fasilitas kesehatan siswa
  • Sarana olahraga
  • Ruang pengembangan karakter dan kegiatan ekstrakurikuler

Detail Pembangunan dan Lokasi

Pembangunan sembilan sekolah tersebut terbagi dalam dua paket pekerjaan:

  1. Lima lokasi dibangun oleh PT Waskita Karya: Sidrap, Soppeng, Wajo, Barru, dan Tanah Toraja
  2. Empat lokasi dibangun oleh PT Nindya Karya: Bone, Makassar, Takalar, dan Sinjai

Kementerian PU memastikan pengawasan lapangan dilakukan secara intensif agar progres pembangunan tetap sesuai target. Dukungan pembangunan tidak hanya mencakup gedung sekolah, tetapi juga ekosistem pendidikan penunjang untuk memastikan keberlanjutan layanan pendidikan berjalan optimal.

Prinsip Pembangunan Berkelanjutan

Seluruh desain sekolah mengusung prinsip efisiensi energi dan adaptif terhadap kondisi lingkungan setempat, sejalan dengan arah transformasi pendidikan nasional yang inklusif dan berkelanjutan. Bagi Pemprov Sulsel, percepatan pembangunan Sekolah Rakyat merupakan langkah strategis untuk memperkuat pemerataan pendidikan dan mencetak sumber daya manusia unggul.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga

Kolaborasi antara Sulsel dan Kementerian PU menjadi fondasi penting dalam menghadirkan layanan pendidikan yang lebih setara, modern, dan berkualitas. Hal ini menegaskan komitmen bersama dalam menghadirkan pembangunan yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, khususnya di sektor pendidikan.