Seskab Teddy: 20.000 Anak Putus Sekolah Kembali Belajar Berkat Program Sekolah Rakyat
20.000 Anak Putus Sekolah Kembali Belajar lewat Sekolah Rakyat

Seskab Teddy: 20.000 Anak Putus Sekolah Kembali Belajar karena Sekolah Rakyat

Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol Teddy Indra Wijaya menerima kunjungan Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul di Kantor Sekretariat Kabinet Jakarta pada Rabu (12/3/2026) pukul 23.30 WIB. Pertemuan ini membahas perkembangan program Sekolah Rakyat yang ditujukan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.

"Menteri Sosial bersilahturahmi sekaligus melaporkan perkembangan program sekolah rakyat yang Kementerian Sosial kerjakan," kata Teddy seperti dikutip dari akun Instagram Sekretariat Kabinet, Kamis (13/3/2026).

Dampak Positif Program Sekolah Rakyat

Berdasarkan laporan yang diterima, Teddy menyampaikan bahwa sebanyak 20.000 anak-anak yang sebelumnya putus sekolah kini dapat kembali menempuh pendidikan berkat program Sekolah Rakyat. Program ini tidak hanya menyediakan sekolah gratis, tetapi juga memberikan tempat tinggal layak, makanan bergizi, dan jaminan kesehatan yang memadai dari pemerintah.

"Alhamdulillah dalam satu tahun ini hampir 20.000 anak-anak putus sekolah dapat kembali bersekolah dan mendapat tempat tinggal yang layak, makanan, gizi dan jaminan kesehatan yang memadai," jelas Teddy.

Komitmen Presiden Prabowo untuk Pendidikan

Teddy menekankan komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam memberikan akses pendidikan bagi anak-anak Indonesia, terutama mereka yang berasal dari keluarga tidak mampu. Menurutnya, Prabowo tidak ingin ada anak-anak yang seharusnya bersekolah justru harus mencari makan dan tinggal di jalanan.

"Presiden Prabowo tidak ingin ada lagi anak-anak yang seharusnya bersekolah tetapi tidak dapat bersekolah. Serta tidak ingin ada anak-anak yang harus berada hidup, mencari makan dan tinggal di jalanan," tutur Teddy.

Dia memastikan bahwa pemerintah akan terus memperluas dan meningkatkan program Sekolah Rakyat agar anak-anak yang kurang mampu mendapatkan akses pendidikan berkualitas. "Setiap tahunnya program ini akan terus ditingkatkan dan kita pastikan dapat berdampak baik untuk generasi muda Indonesia," pungkas Teddy.

Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mengurangi angka putus sekolah dan meningkatkan kualitas hidup anak-anak dari keluarga prasejahtera melalui dukungan pendidikan dan kesejahteraan yang komprehensif.