101 Sekolah Rakyat Permanen Ditargetkan Rampung Juni 2026
Pemerintah melalui Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP), M. Qodari, mengumumkan target penyelesaian 101 Sekolah Rakyat permanen pada Juni 2026. Sekolah-sekolah ini dirancang untuk menampung siswa baru dari keluarga miskin ekstrem pada tahun ajaran 2026/2027, dengan menyediakan fasilitas asrama, layanan kesehatan, sarana belajar digital, serta kebutuhan pokok dan penunjang pendidikan lainnya secara gratis.
Progres Pembangunan dan Rencana Operasional
Qodari menjelaskan bahwa seluruh sekolah ini merupakan bagian dari pembangunan Sekolah Rakyat permanen tahap kedua, yang proses pembangunannya telah dimulai sejak tahun lalu. Per awal tahun 2026, progres pembangunan sesuai rencana dan diharapkan rampung pada 20 Juni 2026. Pembangunan tahap kedua ini merupakan kelanjutan dari tahap pertama, yaitu Sekolah Rakyat rintisan yang diresmikan tahun lalu, sehingga dapat digunakan untuk tahun ajaran baru yang dimulai pada Juli 2026.
Sebaran Lokasi dan Dampak Ekonomi
Pemerintah awalnya menargetkan pembangunan 104 Sekolah Rakyat pada tahap kedua, dengan sebaran lokasi meliputi:
- Pulau Jawa: 40 lokasi
- Sumatra: 26 lokasi
- Kalimantan: 12 lokasi
- Sulawesi: 16 lokasi
- Bali dan Nusa Tenggara: 3 lokasi
- Maluku: 4 lokasi
- Papua: 3 lokasi
Lebih lanjut, Qodari menyampaikan bahwa pembangunan tahap kedua ini diperkirakan menyerap 58 ribu tenaga konstruksi dan akan membuka sekitar 5.200 lapangan kerja bagi tenaga pendidik setelah seluruh sekolah beroperasi. Setiap sekolah ditargetkan mampu menampung sekitar 1.080 siswa per tahun.
Pelaksanaan dan Latar Belakang Program
Pembangunan Sekolah Rakyat tahap kedua dilaksanakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Prasarana Strategis, bekerja sama dengan penyedia jasa dari BUMN Karya dan Swasta. Sekolah Rakyat merupakan program penyediaan pendidikan gratis dari jenjang SD hingga SMA bagi keluarga pada desil 1 (sangat miskin) dan desil 2 (miskin), berdasarkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Program ini dirancang untuk memperluas akses sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.



