Hujan Meteor Ganda di Langit Indonesia Akhir Juli 2026
Hujan Meteor Ganda di Langit Indonesia Akhir Juli 2026

KOMPAS.com - Sebuah unggahan di media sosial Instagram mengklaim bahwa langit Indonesia akan dihiasi dua hujan meteor sekaligus pada akhir Juli 2026. Fenomena ini diberi nama Southern Delta Aquariid dan Alpha Capricornid, yang disebut akan mencapai puncaknya secara bersamaan pada Kamis hingga Jumat, 30-31 Juli 2026.

"Siap-siap begadang! Akhir Juli ini langit Indonesia bakal dihiasi fenomena langka: Duet Hujan Meteor sekaligus! Tanggal 30 dan 31 Juli 2026 nanti, dua hujan meteor—Southern Delta Aquariid dan Alpha Capricornid—akan mencapai puncaknya secara bersamaan!" demikian kutipan dari unggahan akun Instagram @cla********** pada Jumat (24/7/2026).

Apa Itu Hujan Meteor Southern Delta Aquariid dan Alpha Capricornid?

Hujan meteor Southern Delta Aquariid biasanya terjadi setiap tahun antara pertengahan Juli hingga akhir Agustus, dengan puncak sekitar akhir Juli. Meteor ini berasal dari debu yang ditinggalkan komet 96P/Machholz. Sementara itu, Alpha Capricornid aktif dari awal Juli hingga pertengahan Agustus, dengan puncak sekitar 30 Juli, dan sumbernya adalah komet 169P/NEAT. Keduanya merupakan hujan meteor yang dapat diamati dari belahan bumi selatan, termasuk Indonesia.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Menurut informasi yang beredar, fenomena ini relatif langka karena dua hujan meteor dapat mencapai puncak pada waktu yang hampir bersamaan. Hal ini membuat pengamat langit di Indonesia berkesempatan menyaksikan lebih banyak meteor dalam satu malam. Namun, perlu diverifikasi oleh lembaga astronomi resmi seperti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) atau Planetarium.

Cara Mengamati Fenomena Langka Ini

Untuk menikmati pemandangan hujan meteor, masyarakat disarankan mencari lokasi yang gelap, jauh dari polusi cahaya kota. Waktu terbaik adalah setelah tengah malam hingga menjelang fajar, saat langit paling gelap. Pengamat tidak memerlukan alat khusus seperti teleskop; cukup berbaring dan memandang ke langit dengan sabar. Hindari melihat layar ponsel agar mata terbiasa dengan gelap.

Meskipun unggahan tersebut ramai diperbincangkan, belum ada konfirmasi resmi dari otoritas terkait. Masyarakat diimbau untuk tetap kritis dan menunggu informasi lebih lanjut dari sumber terpercaya. Jika cuaca cerah, fenomena ini bisa menjadi pengalaman yang tak terlupakan bagi para pecinta astronomi.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga