KOMPAS.com – Ratusan juta tahun silam, sebuah peristiwa besar mengubah sejarah Bumi ketika hewan-hewan laut mulai merangkak keluar dari samudra dan menjelajahi daratan kering. Kini, lembaran sejarah yang sempat hilang tersebut mulai terkuak berkat penemuan fosil ikan purba di Antarktika.
Penemuan Fosil Ikan Purba Koharalepis jarviki
Spesies ikan purba bernama Koharalepis jarviki diyakini oleh para ilmuwan sebagai salah satu pionir yang memulai transisi besar dari makhluk penghuni laut menjadi hewan darat. Ikan bersirip daging (lobe-finned fish) yang hidup pada Periode Devonian, atau sering dijuluki "Zaman Ikan", ini diprediksi hidup sekitar 380 juta tahun lalu.
Signifikansi Penemuan
Penemuan ini memberikan petunjuk penting tentang bagaimana kehidupan berevolusi dari laut ke daratan. Fosil tersebut ditemukan di Antarktika, yang dulunya merupakan bagian dari benua super Gondwana. Para peneliti percaya bahwa kondisi lingkungan pada masa itu mendorong ikan-ikan ini untuk beradaptasi dengan lingkungan darat.
- Ikan bersirip daging memiliki struktur sirip yang menyerupai tungkai, memungkinkan mereka bergerak di perairan dangkal dan daratan.
- Periode Devonian dikenal sebagai masa ledakan keanekaragaman ikan, termasuk nenek moyang tetrapoda.
Dampak pada Pemahaman Evolusi
Fosil Koharalepis jarviki membantu mengisi celah dalam catatan fosil transisi dari ikan ke tetrapoda. Studi lebih lanjut diharapkan dapat mengungkap lebih detail tentang anatomi dan lingkungan hidup spesies ini.



