Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) 2026 akan menggunakan sistem skoring dan pembobotan pada Tes Kemampuan Akademik (TKA). Hal ini diumumkan oleh panitia SPMB sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas seleksi masuk perguruan tinggi negeri.
Mekanisme Skoring TKA
Dalam SPMB 2026, setiap soal TKA akan diberikan bobot yang berbeda sesuai dengan tingkat kesulitan. Soal dengan tingkat kesulitan tinggi akan memiliki bobot lebih besar dibandingkan soal mudah. Hal ini bertujuan untuk membedakan kemampuan peserta secara lebih akurat.
Proses skoring dilakukan dengan menghitung jawaban benar, salah, dan kosong. Namun, tidak ada pengurangan nilai untuk jawaban salah (denda). Setiap jawaban benar akan dikalikan dengan bobot soal, kemudian dijumlahkan untuk mendapatkan skor total.
Bobot Soal TKA
Bobot soal ditentukan berdasarkan analisis statistik dari uji coba soal. Soal yang sulit diberi bobot lebih tinggi, sementara soal yang lebih mudah berbobot lebih rendah. Panitia SPMB telah melakukan kalibrasi soal untuk memastikan keadilan dalam penilaian.
Peserta tidak perlu khawatir dengan sistem ini, karena panitia telah menyiapkan panduan lengkap. Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui laman resmi SPMB.
Persiapan Peserta
Untuk menghadapi TKA SPMB 2026, peserta disarankan untuk mempelajari materi secara mendalam dan berlatih mengerjakan soal dengan berbagai tingkat kesulitan. Dengan memahami sistem pembobotan, peserta dapat mengatur strategi dalam menjawab soal.
Panitia juga mengingatkan agar peserta tidak mudah percaya pada informasi yang tidak resmi. Pastikan untuk selalu merujuk pada pengumuman resmi SPMB.



