Polisi Periksa Pembuang Limbah Oli Bekas yang Cemari Sungai Tarakan
Polisi Periksa Pembuang Limbah Oli Bekas di Tarakan

Polisi turun tangan menyelidiki dugaan pencemaran aliran Sungai Sesanip atau Sungai Kampung Bugis di Kota Tarakan, Kalimantan Utara, yang disebabkan oleh pembuangan limbah oli bekas. Berdasarkan penyelidikan awal, polisi menyebutkan bahwa pembuang limbah tersebut adalah perorangan, bukan perusahaan.

Penyelidikan Awal

Kasat Reskrim Polres Tarakan, AKP Reginald Yuniawan Sujono, menyatakan bahwa sampel telah diambil dan hasilnya belum keluar. Sampel tersebut diserahkan ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tarakan. Mengenai estimasi waktu hasil laboratorium, ia menyebut pihak DLH yang lebih mengetahuinya.

Pemeriksaan Terduga Pelaku

Menurut Reginald, terduga pelaku pembuangan limbah oli bekas merupakan individu. Pihaknya telah melakukan pemeriksaan awal terhadap pelaku pada Jumat malam, 8 Mei 2026. "Sudah kami interogasi awal tadi malam. Pelaku individu ya, perorangan. Belum ada penetapan tersangka, masih terlalu awal karena kita sebenarnya masih dalam tahap penyelidikan. Harapan kita secepatnya untuk mendapatkan hasilnya," terangnya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Identitas Pelaku Diketahui

Lurah Karang Anyar, Lendro Setiawan, menyebut bahwa warga yang membuang limbah oli tersebut telah diketahui identitasnya. Warga tersebut juga telah diproses oleh pihak berwenang. "Berdasarkan informasi yang saya terima dari Babinsa Kelurahan Karang Anyar, dugaan oknum dari warga di salah satu RT di wilayah Kampung Satu. Aliran sungai tempat yang bersangkutan membuang oli tersebut mengalir sampai aliran sungai intake PDAM di Kampung Bugis. Menurut informasi, pelaku sudah diberi teguran pihak berwenang," jelas Lendro.

Pencemaran ini menimbulkan kekhawatiran warga dan PDAM setempat. PDAM Tirta Alam Kota Tarakan telah melaporkan kasus ini ke polisi. Diharapkan hasil laboratorium segera keluar untuk mempercepat proses penegakan hukum.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga