Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) merespons rendahnya skor Programme for International Student Assessment (PISA) dengan meluncurkan berbagai program untuk meningkatkan literasi dan numerasi siswa. Langkah ini diambil setelah hasil PISA 2025 menunjukkan bahwa kemampuan membaca, matematika, dan sains siswa Indonesia masih di bawah rata-rata negara OECD.
Program Unggulan
Kemendikdasmen telah menyiapkan beberapa program strategis, antara lain penguatan kurikulum berbasis literasi dan numerasi, pelatihan guru secara massal, serta penyediaan buku bacaan berkualitas di sekolah. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah menyatakan bahwa peningkatan kualitas pembelajaran harus dimulai dari dasar, yaitu kemampuan membaca dan berhitung.
Pelatihan Guru
Salah satu fokus utama adalah pelatihan guru. Kemendikdasmen akan melatih 100.000 guru dalam dua tahun ke depan untuk mengajar literasi dan numerasi dengan metode yang lebih efektif. Pelatihan ini akan dilakukan secara daring dan luring, bekerja sama dengan perguruan tinggi dan lembaga pendidikan lainnya.
Penyediaan Buku
Selain itu, pemerintah akan mengalokasikan anggaran khusus untuk pengadaan buku bacaan bermutu di perpustakaan sekolah. Targetnya, setiap sekolah memiliki minimal 200 judul buku yang sesuai dengan jenjang pendidikan siswa. Buku-buku ini akan dipilih berdasarkan rekomendasi para ahli literasi.
Dukungan Teknologi
Kemendikdasmen juga memanfaatkan teknologi untuk mendukung program ini. Platform pembelajaran digital akan dikembangkan untuk menyediakan materi interaktif yang dapat diakses siswa di daerah terpencil. Aplikasi ini akan dilengkapi dengan fitur evaluasi untuk memantau perkembangan literasi dan numerasi siswa secara real-time.
Kerja Sama dengan Daerah
Implementasi program ini melibatkan pemerintah daerah dan dinas pendidikan setempat. Setiap daerah diminta menyusun rencana aksi untuk meningkatkan literasi dan numerasi sesuai dengan kondisi masing-masing. Kemendikdasmen akan memberikan pendampingan dan supervisi secara berkala.
Target Capaian
Dengan program-program ini, Kemendikdasmen menargetkan peningkatan skor PISA Indonesia pada 2029. Target jangka pendek adalah menaikkan skor literasi dan numerasi sebesar 10% dalam tiga tahun ke depan. Evaluasi akan dilakukan setiap tahun untuk mengukur efektivitas program.
Kemendikdasmen optimistis bahwa upaya ini akan membuahkan hasil. Namun, keberhasilan program ini juga membutuhkan dukungan dari semua pihak, termasuk orang tua dan masyarakat. Literasi dan numerasi bukan hanya tanggung jawab sekolah, tetapi juga lingkungan sekitar.



