Pemerintah Kabupaten Banyuwangi kembali menorehkan prestasi di bidang pendidikan. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menyerahkan dua penghargaan kepada Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani atas dedikasi dalam mengembangkan sektor pendidikan di daerah tersebut.
Penghargaan yang Diterima
Dua penghargaan yang diberikan adalah Apresiasi atas Komitmen Pembiasaan Anak Indonesia Hebat dan Penghargaan untuk Pemerintah Daerah dengan Residu Data Pendidikan Terendah atau Validitas Terbaik. Penghargaan ini diserahkan dalam acara Malam Tasyakuran Hari Pendidikan Nasional yang digelar di Jakarta.
Penguatan Pendidikan Karakter
Mendikdasmen Abdul Mu'ti menjelaskan bahwa pemerintah terus membangun infrastruktur budaya guna memperkuat pendidikan karakter. Salah satu upayanya adalah melalui tujuh kebiasaan Indonesia hebat, berbagai program penguatan pendidikan untuk anak TK, serta program wajib belajar 13 tahun dari TK hingga SLTA.
"Kami memberikan ruang aktualisasi yang sangat besar bagi anak-anak kita untuk dapat tampil mengembangkan potensi," ujar Mu'ti dalam keterangan tertulis pada Selasa (26/5/2026).
Apresiasi untuk Anak Banyuwangi
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyatakan bahwa penghargaan ini merupakan bentuk kebanggaan pemerintah pusat atas karya dan kreasi anak-anak Banyuwangi yang hebat, baik di bidang sains maupun seni budaya.
"Ini adalah pengakuan atas prestasi dan kreativitas seluruh anak Banyuwangi yang hebat. Selamat untuk seluruh anak Banyuwangi, terima kasih telah mengharumkan Banyuwangi," kata Ipuk.
Program Unggulan Smart Gasing
Ipuk menambahkan bahwa Pemkab Banyuwangi terus memfasilitasi pengembangan minat dan bakat siswa. Salah satu program unggulan adalah Smart Gasing yang bekerja sama dengan Prof. Yohanes Surya, bertujuan mengenalkan pembelajaran matematika yang menarik kepada siswa di pelosok desa.
Berkat program ini, siswa SDN 1 Pesanggaran, Felicia Dahayu, berhasil meraih medali emas dalam kompetisi coding The 9th World Innovative Technology (WIT) Challenge di Chonnam National University, Korea Selatan pada 2-3 November 2024.
Dukungan di Bidang Seni Budaya
Tidak hanya sains, Pemkab Banyuwangi juga mendorong minat siswa di bidang seni budaya. Program Padang Bulanan digelar setiap bulan untuk menampilkan kreasi seni pelajar. Pagelaran Kuntulan Ewon saat peringatan Hardiknas diikuti oleh lebih dari seribu pelajar.
"Kami berikan panggung seluas-luasnya bagi siswa untuk mengekspresikan bakat mereka," ujar Ipuk.
Penguatan Tenaga Pendidik
Pemkab Banyuwangi juga berupaya memperkuat tenaga pendidik melalui peningkatan kesejahteraan guru, seperti pengangkatan Guru PPPK dan PPPK Paruh Waktu, serta program inovatif lainnya.
Validitas Data Pendidikan Terbaik
Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi, Alfian, menjelaskan bahwa penghargaan validitas terbaik diraih karena pihaknya konsisten melakukan pendataan untuk memantau keberlanjutan pendidikan siswa. Angka Anak Tidak Sekolah (ATS) Kabupaten Banyuwangi per 2025 masuk dalam lima terendah di Jawa Timur. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) per 2025 juga naik menjadi 75,17.



