Universitas Jember (UNEJ) masih menunggu kepastian dari pemerintah pusat terkait rencana pembangunan dapur untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hal ini disampaikan oleh Rektor UNEJ, Dr. Iwan Taruna, dalam keterangan pers di kampus setempat, Selasa (22/5/2026).
Progres Pembangunan Dapur MBG
Menurut Rektor, pihaknya telah mengajukan proposal pembangunan dapur MBG kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) sejak awal tahun 2026. Namun, hingga saat ini belum ada kepastian mengenai realisasi program tersebut.
“Kami sudah siapkan lahan dan desain awal untuk dapur MBG. Kami hanya menunggu keputusan dari pusat,” ujar Iwan Taruna.
Ia menambahkan bahwa UNEJ memiliki komitmen kuat untuk mendukung program MBG yang dicanangkan pemerintah guna meningkatkan gizi mahasiswa. Dapur MBG nantinya akan digunakan untuk menyediakan makanan bergizi bagi mahasiswa berprestasi dan kurang mampu.
Dukungan dari Pihak Kampus
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNEJ, Dr. Edy Purwanto, menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan survei kebutuhan gizi mahasiswa. Hasil survei menunjukkan bahwa sekitar 15 persen mahasiswa UNEJ mengalami masalah gizi kurang.
“Kami berharap dapur MBG segera dibangun agar program ini bisa berjalan. Mahasiswa sangat antusias menyambut rencana ini,” kata Edy.
Selain itu, UNEJ juga telah menjalin kerja sama dengan Badan Gizi Nasional untuk memastikan standar gizi yang sesuai dalam penyediaan makanan.
Kendala dan Harapan
Kendala utama yang dihadapi adalah masih menunggu petunjuk teknis dan anggaran dari pemerintah pusat. UNEJ berharap ada kejelasan dalam waktu dekat, mengingat tahun ajaran baru akan segera dimulai.
“Kami optimistis program ini akan terealisasi. Kami siap menjalankan jika sudah ada keputusan,” tegas Iwan.
Program MBG sendiri merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui perbaikan gizi. UNEJ menjadi salah satu universitas yang ditunjuk sebagai pilot project pembangunan dapur MBG di Jawa Timur.



