Inovasi Erika Bantu Siswa SD Belajar Matematika Lewat Tari, Bebas Skripsi
Inovasi Erika Bantu Siswa SD Belajar Matematika Lewat Tari

Erika Dewi Agustin, mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (Unesa), berhasil menyelesaikan studinya tanpa harus menulis skripsi. Prestasi ini diraih berkat inovasinya yang menggabungkan matematika dengan seni budaya, khususnya Tari Kembang Kahyangan, untuk membantu siswa Sekolah Dasar (SD) belajar matematika dengan cara yang lebih menyenangkan.

Mengubah Persepsi Matematika yang Menakutkan

Banyak siswa menganggap matematika sebagai pelajaran yang sulit dan menakutkan. Erika melihat tantangan ini dan menciptakan metode pembelajaran yang interaktif. Ia memanfaatkan kelenturan pola lantai dan gerakan tangan dari Tari Kembang Kahyangan untuk mengajarkan konsep matematika. Dengan pendekatan ini, siswa tidak hanya belajar angka dan rumus, tetapi juga menikmati gerakan tari yang indah.

Proses Inovasi dan Dampaknya

Erika mengembangkan inovasinya selama masa studi di Unesa. Ia melakukan penelitian dan uji coba di beberapa SD di Surabaya. Hasilnya, siswa menunjukkan peningkatan minat dan pemahaman terhadap matematika. Metode ini mendapat apresiasi dari dosen dan pihak sekolah. Menurut Erika, "Matematika sebenarnya bisa dipelajari dengan cara yang menyenangkan, asalkan kita kreatif dalam menyajikannya."

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Inovasi ini tidak hanya membantu siswa, tetapi juga menjadi jalan bagi Erika untuk lulus tanpa skripsi. Unesa memberikan penghargaan berupa jalur non-skripsi bagi mahasiswa yang menghasilkan karya inovatif. Erika menjadi salah satu penerima manfaat dari kebijakan tersebut.

Harapan untuk Pendidikan Matematika ke Depan

Erika berharap inovasinya dapat diadopsi oleh lebih banyak guru di Indonesia. Ia percaya bahwa pendekatan seni budaya dapat membuat matematika lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa. "Saya ingin anak-anak tidak lagi takut dengan matematika, tetapi justru tertarik untuk mempelajarinya," ujarnya.

Dengan keberhasilan ini, Erika membuktikan bahwa inovasi dalam pendidikan dapat membawa perubahan positif. Metode pembelajaran yang kreatif dan menyenangkan mampu mengubah stigma negatif terhadap mata pelajaran tertentu.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga