Gus Ipul Tinjau LAN untuk Sekolah Rakyat, Pastikan Kesiapan Sarana dan Prasarana
Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, terus menunjukkan komitmennya dalam mempersiapkan program Sekolah Rakyat dengan melakukan peninjauan langsung ke berbagai lokasi potensial. Pada hari Minggu, 19 April 2026, ia mengunjungi lingkungan Lembaga Administrasi Negara (LAN) untuk mengevaluasi kesiapan sarana dan prasarana yang akan digunakan dalam penyelenggaraan sekolah tersebut.
Evaluasi Mendalam terhadap Fasilitas Gedung
Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian inspeksi yang dilakukan Gus Ipul, setelah sebelumnya ia juga meninjau Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) pada hari yang sama. Bersama dengan jajaran stafnya, Gus Ipul secara langsung memeriksa kondisi gedung LAN yang terdiri dari beberapa blok, termasuk Blok A, B, dan K, yang masing-masing memiliki karakteristik berbeda.
Dari hasil peninjauan, terungkap bahwa sejumlah ruangan di LAN saat ini telah digunakan untuk kegiatan pelatihan dasar. Namun, terdapat potensi besar untuk mengalihfungsikan sebagian ruangan lainnya menjadi ruang belajar dan asrama bagi siswa Sekolah Rakyat. Kapasitas asrama yang tersedia saat ini diperkirakan mampu menampung sekitar 120 orang, meskipun masih diperlukan penyesuaian lebih lanjut.
Kebutuhan Penyesuaian dan Fasilitas Pendukung
Meskipun kapasitas asrama cukup memadai, Gus Ipul mencatat bahwa kondisi ruangan dinilai belum optimal dari segi luas dan kenyamanan. Oleh karena itu, diperlukan renovasi dan penataan ulang untuk memastikan fasilitas tersebut sesuai dengan standar yang dibutuhkan. Selain itu, evaluasi juga mencakup fasilitas pendukung seperti:
- Ruang makan yang mampu melayani lebih dari 100 orang
- Area olahraga untuk kegiatan ekstrakurikuler
- Ruang terbuka hijau untuk interaksi sosial dan rekreasi
Kepala LAN, Muhammad Taufiq, menyatakan kesiapan penuh lembaganya dalam mendukung program Sekolah Rakyat melalui optimalisasi aset yang dimiliki. "Ini salah satu lokasi yang sangat strategis. Secara prinsip, fasilitas yang ada bisa dimanfaatkan dan disesuaikan, termasuk melalui renovasi agar memenuhi kebutuhan penyelenggaraan sekolah," ujar Taufiq dalam keterangannya.
Pendekatan Manusiawi dalam Penataan Ulang
Dalam diskusi yang berlangsung, dibahas pula perlunya penataan ulang sejumlah area yang saat ini telah ditempati oleh pihak lain. Pendekatan yang diusung akan mengedepankan solusi yang manusiawi, dengan mempertimbangkan kemungkinan relokasi disertai dukungan kebutuhan dasar bagi mereka yang terdampak.
Menanggapi hal ini, Gus Ipul menegaskan pentingnya pendekatan yang berkeadilan dan solutif. "Kalau memang diperlukan penyesuaian atau relokasi, kita pastikan dilakukan secara manusiawi. Bisa dengan dukungan sementara, baik tempat tinggal maupun kebutuhan dasar, sampai mereka benar-benar siap mandiri," tegas Gus Ipul.
Fokus pada Keberlanjutan dan Kolaborasi Lintas Sektor
Gus Ipul menambahkan bahwa pemerintah tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga memastikan keberlanjutan hidup masyarakat yang terdampak. "Prinsipnya kita saling membantu, dicarikan jalan keluar terbaik agar semua pihak mendapatkan solusi," tambahnya.
Lebih lanjut, sinergi dengan Kementerian Pekerjaan Umum menjadi kunci dalam memastikan kesiapan infrastruktur. Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan dapat mempercepat realisasi Sekolah Rakyat, termasuk melalui renovasi atau pembangunan tambahan untuk meningkatkan kapasitas dan kelayakan fasilitas. Dengan pendekatan yang komprehensif, program ini diharapkan dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.



