Guru Ciptakan Boneka Tanpa Rambut untuk Hentikan Perundungan Siswi
Guru Ciptakan Boneka Tanpa Rambut Hentikan Perundungan

Seorang guru taman kanak-kanak di Willis, Texas, Amerika Serikat, menunjukkan kepedulian luar biasa terhadap muridnya yang menjadi korban perundungan. Shannon Grimm, guru TK tersebut, menciptakan boneka tanpa rambut untuk membantu memulihkan rasa percaya diri Priscilla Perez, muridnya yang berusia lima tahun.

Priscilla Trauma Akibat Perundungan

Priscilla, yang biasanya ceria, tiba-tiba berubah menjadi pemurung dan enggan datang ke sekolah. Setelah diselidiki, Shannon menemukan bahwa Priscilla menjadi korban perundungan oleh teman-teman sekelasnya karena potongan rambutnya yang terlalu pendek, mirip seperti rambut laki-laki. Perundungan ini membuat Priscilla trauma dan kehilangan kepercayaan diri.

Shannon pun berpikir keras untuk mencari cara mengatasi masalah ini. Ia tidak hanya ingin memulihkan rasa percaya diri Priscilla, tetapi juga mengajarkan teman-temannya untuk menghargai perbedaan.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Solusi Kreatif: Boneka Tanpa Rambut

Shannon kemudian menciptakan boneka tanpa rambut yang diberi nama "Priscilla". Boneka ini menjadi simbol bahwa setiap orang berharga tanpa memandang penampilan fisik. Dengan boneka tersebut, Shannon mengajak seluruh kelas untuk belajar tentang penerimaan dan empati.

"Saya ingin mereka tahu bahwa kita semua berbeda dan itu indah," ujar Shannon dikutip dari media setempat. Boneka tanpa rambut itu digunakan sebagai alat peraga dalam kegiatan belajar mengajar, sehingga anak-anak dapat memahami bahwa perbedaan bukanlah alasan untuk merundung.

Dampak Positif di Kelas

Tindakan Shannon membuahkan hasil. Priscilla kembali bersemangat pergi ke sekolah, dan teman-temannya mulai menunjukkan sikap lebih menghargai. Boneka tanpa rambut menjadi topik diskusi hangat di kelas, dan anak-anak belajar bahwa setiap orang layak diperlakukan dengan hormat.

Kisah ini menyebar luas di media sosial dan mendapat apresiasi dari banyak pihak. Shannon pun berharap tindakannya dapat menginspirasi guru lain untuk lebih peka terhadap masalah perundungan di sekolah.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga