Pakar IPB: Program Makan Bergizi Gratis Perlu Didukung Penciptaan Lapangan Kerja
MBG Perlu Didukung Penciptaan Lapangan Kerja, Kata Pakar IPB

Program Makan Bergizi Gratis Dikaitkan dengan Kebutuhan Penciptaan Lapangan Kerja

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu prioritas utama pemerintah dinilai memiliki peran yang sangat signifikan dalam upaya pembangunan sumber daya manusia (SDM) Indonesia. Namun, menurut analisis para ahli, kebijakan strategis ini tidak dapat berdiri sendiri tanpa diiringi dengan strategi komprehensif dalam penciptaan lapangan kerja yang memadai.

Pandangan Pakar Kebijakan Publik dari IPB University

Associate Professor Muhammad Findi, seorang pakar kebijakan publik dari IPB University, memberikan penilaian mendalam mengenai hal ini. Ia menyatakan bahwa meskipun Program Makan Bergizi Gratis memiliki nilai politis dan sosial yang tinggi, penciptaan lapangan kerja tetap menjadi elemen krusial yang tidak boleh diabaikan.

"Secara politis, MBG merupakan program yang wajar untuk dijalankan sebagai bentuk realisasi agenda pemerintahan sekaligus upaya membangun kepercayaan publik," ujar Findi dalam keterangan resmi yang dikeluarkan pada Selasa, 10 Februari 2026.

Namun, ia menegaskan bahwa program ini harus dipandang sebagai bagian dari ekosistem kebijakan yang lebih luas. "Penciptaan lapangan kerja yang berkelanjutan sangat diperlukan untuk menjaga stabilitas ekonomi dan sosial masyarakat dalam jangka panjang," tambahnya.

Keterkaitan Antara Nutrisi dan Stabilitas Ekonomi

Findi menjelaskan bahwa meskipun Program Makan Bergizi Gratis dapat membantu meningkatkan kualitas gizi dan kesehatan masyarakat, terutama bagi kelompok rentan, dampaknya akan lebih optimal jika didukung oleh kondisi ekonomi yang stabil. Beberapa poin penting yang ia sampaikan meliputi:

  • Program MBG berperan dalam mengurangi beban ekonomi keluarga miskin terkait kebutuhan pangan.
  • Peningkatan kualitas gizi dapat mendukung produktivitas dan kemampuan belajar generasi muda.
  • Namun, tanpa kesempatan kerja yang memadai, masyarakat tetap rentan terhadap ketidakstabilan finansial.

Oleh karena itu, ia menyarankan agar pemerintah mengintegrasikan Program Makan Bergizi Gratis dengan berbagai inisiatif pembangunan ekonomi, seperti:

  1. Penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
  2. Peningkatan investasi di bidang industri padat karya.
  3. Pelatihan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan pasar tenaga kerja.

Dengan pendekatan yang holistik, diharapkan Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya menjadi bantuan jangka pendek, tetapi juga bagian dari strategi jangka panjang untuk membangun SDM yang unggul dan ekonomi yang tangguh.