Kemdiktisaintek Buka Peluang Guru AS Mengajar di Sekolah Garuda
Kemdiktisaintek Buka Peluang Guru AS Mengajar di Sekolah Garuda

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) terus memperkuat kerja sama pendidikan dan pengembangan STEM dengan Amerika Serikat. Salah satu langkah konkretnya adalah membuka peluang bagi para guru dari AS untuk mengajar di Sekolah Garuda.

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie bersama delegasi Kedutaan Besar Amerika Serikat menggelar pertemuan di Jakarta pada Selasa (26/5/2026). Dalam pertemuan tersebut, Stella memaparkan program Sekolah Garuda Transformasi yang telah menunjukkan hasil signifikan dalam meningkatkan jumlah siswa Indonesia yang diterima di perguruan tinggi terbaik dunia, termasuk di Amerika Serikat.

Peningkatan Penerimaan di Universitas Top Dunia

Stella mengungkapkan bahwa program Sekolah Garuda berhasil mencatatkan peningkatan sebesar 150 persen dalam jumlah siswa yang diterima di 100 universitas terbaik dunia. "Kami senang menyampaikan bahwa jumlah penerimaan meningkat sangat besar. Untuk 12 Sekolah Garuda tersebut terjadi peningkatan sebesar 150 persen pada jumlah siswa yang diterima di 100 universitas terbaik dunia," ujar Stella, seperti dikutip dari situs resmi Kemdiktisaintek.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Kolaborasi dengan AS ini diharapkan semakin memperkuat kualitas pendidikan STEM di Indonesia. Dengan kehadiran guru-guru dari AS, siswa Sekolah Garuda dapat memperoleh pengalaman belajar yang lebih mendalam dan berstandar internasional.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya Kemdiktisaintek untuk terus meningkatkan daya saing sumber daya manusia Indonesia di kancah global, khususnya dalam bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga