KOMPAS.com – Sebuah kisah inspiratif muncul dari acara wisuda ke-140 Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta yang digelar pada Sabtu hingga Ahad, 23-24 Mei 2026. Meskipun UIN Jakarta dikenal sebagai kampus berbasis keislaman, keberadaan seorang wisudawati non-muslim membuktikan bahwa perbedaan keyakinan tidak menjadi penghalang untuk meraih prestasi akademik.
Kristina Kriswindiani Zai: Lulusan Fisika Cumlaude
Kristina Kriswindiani Zai, S.Si., adalah lulusan Program Studi Fisika, Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Jakarta. Ia berhasil menyelesaikan studinya dengan predikat cumlaude, sebuah pencapaian yang membanggakan. Di balik toga yang dikenakan dan senyum manisnya, tersimpan perjalanan panjang yang penuh rasa ingin tahu, keraguan, serta pengalaman baru tentang keberagaman dan toleransi.
Perjalanan Penuh Tantangan dan Pembelajaran
Sebagai mahasiswa non-muslim di lingkungan kampus Islam, Kristina mengaku sempat merasa ragu dan cemas. Namun, rasa penasarannya untuk memahami lingkungan baru justru menjadi motivasi. Ia aktif berinteraksi dengan teman-teman dari berbagai latar belakang dan belajar menghargai perbedaan. Dukungan dari dosen dan teman-teman membuatnya betah dan mampu beradaptasi dengan baik.
Kristina juga terlibat dalam berbagai kegiatan akademik dan non-akademik di kampus. Ia mengikuti organisasi mahasiswa dan seminar-seminar yang memperkaya wawasannya. Pengalaman ini membuatnya semakin percaya diri dan membuktikan bahwa toleransi di kampus benar-benar terwujud.
Bukti Nyata Keberagaman di UIN Jakarta
Keberhasilan Kristina menjadi contoh nyata bahwa UIN Jakarta tidak hanya fokus pada pendidikan agama Islam, tetapi juga membuka pintu bagi semua kalangan. Kampus ini menjunjung tinggi nilai-nilai keberagaman dan toleransi. Kristina berharap kisahnya dapat menginspirasi mahasiswa lain, baik muslim maupun non-muslim, untuk terus berprestasi tanpa memandang perbedaan.
Acara wisuda ke-140 ini menjadi momen bersejarah karena menampilkan keragaman latar belakang mahasiswa. UIN Jakarta terus berkomitmen menjadi kampus yang inklusif dan ramah bagi semua orang. Kristina pun berencana melanjutkan studinya ke jenjang magister dan mengembangkan ilmu fisika yang telah dipelajarinya.



