DPRD Dorong Pramono Tambah Sekolah Gratis Jakarta Jadi 200 Sekolah
DPRD Dorong Pramono Tambah Sekolah Gratis Jakarta Jadi 200

DPRD DKI Jakarta mendorong Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung untuk menambah jumlah sekolah swasta gratis di Jakarta hingga 200 sekolah. Permintaan ini disampaikan dalam rapat paripurna DPRD DKI Jakarta, Kamis (30/4/2026). Anggota DPRD DKI dari Fraksi PDIP, Agustina Hermanto yang akrab disapa Tina Toon, menyoroti pelaksanaan program sekolah gratis yang saat ini telah berjalan di 103 sekolah.

Tina Toon: Target Penambahan Sekolah Gratis

Tina Toon mengungkapkan bahwa pada tahun 2023 terdapat 40 sekolah gratis, dan pada tahun 2026 jumlahnya meningkat menjadi 103 sekolah. Ia berharap target penambahan menjadi 200 sekolah dapat tercapai. "Jadi, memang tahun lalu di 2023 ada 40 sekolah, dan tahun ini ada 103 sekolah gratis. Dan mudah-mudahan nanti kalau kami sih mintanya nambah jadi 200 Pak, tapi mudah-mudahan lancar dan betul-betul sesuai mekanisme," ujar Tina di Ruang Rapat DPRD DKI Jakarta.

Ia mengapresiasi pelaksanaan program tersebut, namun mengingatkan pentingnya ketepatan sasaran agar bantuan benar-benar diterima oleh masyarakat yang membutuhkan. "Tapi untuk berikutnya, untuk penambahan dan lain-lain, mohon diupayakan Pemprov bisa memastikan program ini tepat sasaran dan betul-betul yang mendapatkan adalah yang kurang mampu dan betul-betul membutuhkan," tegas Tina.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Sorotan Anggaran dan Skema Bantuan Pendidikan

Tina juga menyoroti besarnya dukungan anggaran untuk program tersebut yang mencapai sekitar Rp250 miliar. Ia menekankan peran DPRD dalam mendorong realisasinya. "Dan tidak terlepas juga dari peran perjuangan kawan-kawan DPRD semuanya, terutama pembahasan di Komisi E yang memprioritaskan juga program ini, sehingga Rp250 miliar sekian digelontorkan untuk program sekolah swasta gratis," ucapnya.

Saat ini terdapat tiga skema bantuan pendidikan di Jakarta: sekolah negeri, penerima Kartu Jakarta Pintar (KJP), dan sekolah swasta gratis. Tina menilai ketiga skema ini harus saling melengkapi untuk memperluas akses pendidikan. "Kita punya tiga skema bantuan pendidikan: ada 1.799 sekolah negeri, ada 707.477 penerima KJP, dan juga ada sekolah swasta gratis sekarang 103. Yang diharapkan adalah anggaran bertambah, program bertambah, penerima manfaat juga bertambah," jelas Tina.

Ia menekankan tujuan akhir program tersebut agar seluruh anak di Jakarta, khususnya dari keluarga kurang mampu, dapat mengakses pendidikan tanpa terkendala biaya. "Diharapkan ini sasarannya untuk yang belum dapat pendidikan gratis sama sekali atau bantuan. Jadi goal-nya semua anak Jakarta nantinya, terutama yang kurang mampu, bisa sekolah dan mendapatkan bantuan," terang Tina.

Apresiasi dan Usulan Perluasan Program

Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PKS, Subki, mengapresiasi capaian program sekolah swasta gratis yang telah menjangkau 103 sekolah. Namun, ia menilai program tersebut masih perlu diperluas. "Tapi saya ingin menyampaikan bahwa ini baru langkah pertama, karena masih banyak sekolah yang perlu mendapatkan perhatian dari Pemprov DKI Jakarta," kata Subki.

Ia bahkan mengusulkan agar ke depan program sekolah gratis juga menyasar lembaga pendidikan berbasis keagamaan, khususnya madrasah. "Maka jangan sampai diskriminasi ini berkepanjangan. Saya mengusulkan kepada Pak Gubernur dan jajarannya agar sekolah gratis pun disusul nanti, mudah-mudahan keuangan Jakarta bisa mendapatkan peningkatan, dengan madrasah swasta gratis," ucap Subki.

Peringatan tentang Ketepatan Sasaran

Sementara itu, anggota DPRD DKI dari Fraksi PAN, Lukmanul Hakim, mengingatkan agar penentuan lokasi sekolah gratis benar-benar memperhatikan kebutuhan di lapangan, mengingat masih banyak anak putus sekolah di Jakarta. "Hari ini sekolah negeri belum terpenuhi Pak, tetapi titik-titik lokasi 103 yang gratis itu belum tepat sasaran semuanya Pak. Di daerah Cengkareng masih banyak anak putus sekolah," terang Lukmanul.

Ia menegaskan, keberhasilan program sekolah gratis harus diukur dari berkurangnya angka putus sekolah di Jakarta. "Kota Global masih jauh dari impian kalau masih banyak anak putus sekolah. Saya harapkan jajaran Pak Gubernur betul-betul melihat, Pak, dalam menentukan titik sekolah gratis itu," jelas Lukmanul.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga