Suami DS 'Cukup Saya WNI, Anak Jangan' Terancam Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) telah memanggil AP, suami dari DS, alumni LPDP yang sebelumnya viral di media sosial karena pernyataan kontroversialnya. Pernyataan DS yang menyebut "cukup saya aja yang WNI, anak-anakku jangan" telah memicu perdebatan publik luas.
Pemanggilan dan Ancaman Sanksi
Dalam keterangan resminya yang dirilis pada Minggu, 22 Februari 2026, LPDP mengonfirmasi bahwa pihaknya sedang melakukan pemanggilan terhadap AP. Pemanggilan ini terkait dengan dugaan bahwa AP belum menyelesaikan kewajiban kontribusinya setelah menamatkan studi melalui program beasiswa LPDP.
"LPDP tengah melakukan pemanggilan kepada Saudara AP untuk meminta klarifikasi serta melakukan proses penindakan dan pengenaan sanksi sampai pengembalian seluruh dana beasiswa," bunyi pernyataan resmi LPDP.
Lembaga ini menegaskan bahwa jika terbukti kewajiban berkontribusi di Indonesia belum dipenuhi, maka sanksi tegas akan diterapkan. LPDP berkomitmen untuk menegakkan aturan secara adil, konsisten, dan bertanggung jawab kepada seluruh awardee dan alumni.
Kewajiban Kontribusi Alumni LPDP
Menurut ketentuan yang berlaku, seluruh awardee dan alumni LPDP memiliki kewajiban untuk melaksanakan masa pengabdian kontribusi di Indonesia. Masa pengabdian ini setara dengan dua kali masa studi ditambah satu tahun.
Dalam kasus ini, DS sendiri telah menyelesaikan studi S2-nya dan dinyatakan lulus pada 31 Agustus 2017. Ia juga telah menuntaskan seluruh masa pengabdian sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Namun, suaminya, AP, diduga belum menuntaskan kewajiban pengabdian kontribusi tersebut.
Viralnya Ucapan Kontroversial
Ucapan DS yang viral berasal dari sebuah video yang diunggah oleh pemilik akun Instagram @sasetyaningtyas. Dalam video tersebut, ia menunjukkan pembukaan paket berisi surat dari Home Office Inggris yang mengonfirmasi bahwa anak keduanya telah resmi menjadi warga negara Inggris.
"Ini paket bukan sembarang paket. Isinya adalah sebuah dokumen yang penting banget yang mengubah nasib dan masa depan anak-anakku," ujarnya dalam video yang telah menyebar luas.
Ia kemudian menyatakan tekadnya untuk mengupayakan kewarganegaraan asing bagi anak-anaknya. "I know the world seems unfair, tapi cukup aku aja yang WNI, anak-anakku jangan. Kita usahakan anak-anak dengan paspor kuat WNA itu," tambahnya.
Komitmen LPDP Menjaga Integritas
LPDP menegaskan kembali komitmennya untuk menjaga integritas institusi dalam memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi Indonesia. Lembaga ini akan terus memastikan bahwa semua penerima beasiswa memenuhi kewajiban mereka sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati.
Kasus ini menjadi perhatian publik tidak hanya karena pernyataan kontroversial DS, tetapi juga karena implikasi hukum dan administratif yang mungkin dihadapi oleh keluarganya. Proses klarifikasi dan penindakan oleh LPDP terhadap AP masih terus berlangsung.