Cathlyn Yvaine Lesmana, seorang siswi asal Makassar, mendapatkan tawaran beasiswa kuliah dari Perhimpunan Indonesia-Tionghoa (INTI). Tawaran ini muncul setelah namanya menjadi sorotan dalam polemik seleksi calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat nasional.
Sebelumnya, siswi tersebut dikabarkan dicoret dari daftar calon Paskibraka nasional yang merupakan utusan Sulawesi Selatan. Pencoretan ini memicu perhatian publik setelah muncul dugaan diskriminasi dalam proses seleksi, termasuk isu terkait kemampuan berbahasa daerah.
Kronologi Polemik
Polemik bermula ketika Cathlyn dinyatakan tidak lolos seleksi Paskibraka tanpa alasan yang jelas. Publik kemudian menduga adanya diskriminasi karena Cathlyn berasal dari etnis Tionghoa. Isu lain yang mencuat adalah kemampuan berbahasa daerah yang dianggap kurang memadai.
Respons INTI
Menanggapi hal tersebut, INTI menawarkan beasiswa kuliah penuh kepada Cathlyn sebagai bentuk dukungan dan apresiasi atas prestasinya. Beasiswa ini mencakup biaya pendidikan hingga jenjang sarjana di universitas pilihan.
INTI juga menyatakan keprihatinan atas dugaan diskriminasi yang terjadi dan berharap kejadian ini menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk lebih menghargai keberagaman.
Hingga berita ini diturunkan, Cathlyn belum memberikan tanggapan resmi mengenai tawaran beasiswa tersebut. Namun, ia dijadwalkan akan bertemu dengan perwakilan INTI dalam waktu dekat untuk membahas detail lebih lanjut.



