LPDP Tegur Penerima Beasiswa yang Sebut 'Cukup Aku Saja WNI' di Media Sosial
LPDP Tegur Penerima Beasiswa Unggah Video Kontroversial

LPDP Ambil Sikap Atas Unggahan Kontroversial Penerima Beasiswanya

Lini masa berbagai platform media sosial belakangan ini dihebohkan oleh sebuah video yang diunggah oleh seorang penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) berinisial DS. Dalam rekaman yang tersebar luas tersebut, DS terlihat melontarkan pernyataan yang menuai kontroversi, yaitu "cukup aku aja yang WNI, anak-anakku jangan". Unggahan ini dengan cepat menjadi viral dan memicu beragam reaksi dari publik, mulai dari kecaman hingga diskusi hangat tentang etika sebagai penerima beasiswa pemerintah.

Respons Resmi dari LPDP

Menanggapi gelombang reaksi tersebut, LPDP akhirnya mengeluarkan pernyataan resmi melalui akun Instagram resmi mereka, @lpdp_ri, pada hari Jumat tanggal 20 Februari 2026. Dalam unggahan itu, lembaga yang mengelola dana pendidikan tersebut menyampaikan rasa penyesalan atas pernyataan DS yang telah beredar luas di media sosial.

LPDP menegaskan komitmennya untuk menjaga nilai-nilai kebangsaan dan integritas di kalangan penerima beasiswanya. Pihak lembaga mengaku akan segera melakukan komunikasi intensif dengan DS untuk memberikan imbauan dan bimbingan agar lebih bijaksana dalam menggunakan media sosial. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya edukasi dan pencegahan agar insiden serupa tidak terulang di masa depan.

Implikasi dan Reaksi Publik

Viralnya video ini telah menyulut berbagai tanggapan dari masyarakat. Banyak netizen yang mengkritik keras pernyataan DS, menganggapnya tidak pantas terutama mengingat statusnya sebagai penerima beasiswa dari lembaga pemerintah. Beberapa poin yang mencuat dalam diskusi online antara lain:

  • Etika sebagai Penerima Beasiswa: Banyak yang mempertanyakan kesesuaian sikap DS dengan tanggung jawab moral sebagai penerima dana pendidikan negara.
  • Dampak pada Reputasi LPDP: Insiden ini dinilai dapat memengaruhi citra lembaga LPDP di mata publik, sehingga respons cepat dianggap perlu.
  • Pentingnya Edukasi Media Sosial: Beberapa pihak menyerukan perlunya pelatihan atau panduan lebih lanjut bagi penerima beasiswa mengenai penggunaan media sosial yang bertanggung jawab.

LPDP sendiri dalam pernyataannya menekankan bahwa mereka senantiasa mendorong para penerima beasiswa untuk menjadi teladan yang baik, tidak hanya dalam prestasi akademik tetapi juga dalam perilaku sehari-hari, termasuk di ranah digital. Insiden ini diharapkan menjadi pembelajaran bagi semua pihak tentang pentingnya menjaga ujaran di ruang publik virtual.