175 Santri Bina Insan Mulia Raih Beasiswa Luar Negeri, 99 Lolos PTN
175 Santri Bina Insan Mulia Raih Beasiswa Luar Negeri

Pesantren Bina Insan Mulia kembali menorehkan prestasi gemilang pada tahun 2026. Sebanyak 175 santri berhasil memperoleh beasiswa untuk melanjutkan studi di berbagai universitas luar negeri, sementara 74 santri lainnya dinyatakan lolos seleksi masuk perguruan tinggi negeri (PTN) di Indonesia. Sebagai salah satu pesantren terbesar di Jawa Barat dengan jumlah santri lebih dari 5.000, Bina Insan Mulia terus mendorong para santrinya agar mampu bersaing di tingkat global melalui pendidikan tinggi, baik di dalam maupun luar negeri.

Rincian Kelulusan SNBP dan SNBT

Berdasarkan pengumuman Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) pada 31 Maret 2026, sebanyak 25 santri dari total 49 peserta berhasil lolos. Sementara itu, melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) yang diumumkan pada 25 Mei 2026, sebanyak 49 santri dari 74 peserta diterima di berbagai PTN. Para santri tersebut diterima di sejumlah kampus ternama, seperti Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Indonesia (UI), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Universitas Negeri Semarang (Unnes), Universitas Padjadjaran (Unpad), dan Universitas Pembangunan Nasional Veteran (UPNV).

Selain itu, ada pula santri yang diterima di Universitas Sebelas Maret (UNS), Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika), Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Universitas Diponegoro (Undip), Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), hingga Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta). Program studi yang dipilih pun sangat beragam, mulai dari kedokteran, bisnis, teknik, matematika dan ilmu pengetahuan alam (MIPA), hukum, politik, ekonomi, kesehatan, sains data, hingga ilmu sosial.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Proyeksi dan Jalur Lain

Selain yang sudah dinyatakan lolos, sebanyak 25 santri lainnya akan melanjutkan seleksi melalui jalur International Undergraduate Program (IUP), jalur mandiri, dan jalur prestasi. Dengan demikian, total santri Bina Insan Mulia yang diproyeksikan melanjutkan pendidikan ke PTN mencapai 99 orang. Pada tahun-tahun sebelumnya, lulusan Bina Insan Mulia juga telah berhasil menembus program IUP di sejumlah kampus terkemuka, seperti UI, Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Unpad.

Pernyataan Pengasuh Pesantren

Pengasuh Pesantren Bina Insan Mulia, Kiai Imam Jazuli, dalam rilis pers yang diterima Kompas.com pada Jumat (29/5/2026) menyatakan, "Artinya, tahun ini (2026) sebanyak 36 persen atau 99 lulusan Bina Insan Mulia melanjutkan studi di PTN dalam negeri. Sementara itu, 64 persen lainnya atau 175 santri akan melanjutkan studi ke berbagai kampus terkemuka di luar negeri melalui program beasiswa."

Dorongan Belajar ke Pusat Keunggulan Dunia

Menurut Kiai Imam, kemajuan suatu negara tidak terlepas dari kesediaan masyarakatnya untuk belajar dari negara-negara maju. "Kalau kita mempelajari peradaban dunia, kita akan menemukan fakta sejarah bahwa perubahan besar di suatu negeri diawali dari kesediaan penduduknya mempelajari keunggulan negeri lain yang sudah maju, lalu menerapkannya di negerinya sendiri," ucapnya. Kiai Imam mencontohkan China yang belajar dari Amerika Serikat, Turkiye yang belajar ke Eropa, hingga Eropa yang pada masa lalu belajar dari dunia Islam.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga