Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq menegaskan bahwa pemerintah tidak mendikotomikan antara pelajaran Science, Technology, Engineering, and Math (STEM) dengan mata pelajaran lain seperti seni. Menurut Fajar, pembelajaran STEM dan seni harus berjalan beriringan, dan seni merupakan salah satu bidang dari proses pembangunan STEM.
STEAM: Integrasi Seni dalam STEM
Fajar menjelaskan bahwa konsep yang tepat adalah STEAM, yaitu Science, Technology, Engineering, Art, and Math. "Sebenarnya kami tidak mendikotomikan antara sains, teknologi dengan seni. Justru di samping STEM ada STEAM. Kami berpihak bahwa seni adalah bagian dari proses pembangunan STEM," kata Fajar di Menara Kompas, Jakarta, Kamis (11/6/2026).
Menurutnya, keberadaan teknologi tanpa seni akan kehilangan sentuhan khas yang mewarnai STEM. Seni memberikan dimensi kreatif dan estetika yang penting dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Pentingnya Keseimbangan
Fajar menekankan bahwa pendidikan harus holistik, tidak hanya fokus pada sains dan teknologi tetapi juga seni. Integrasi seni dalam STEM dapat menghasilkan inovasi yang lebih manusiawi dan berbudaya.
Pernyataan ini disampaikan dalam acara diskusi pendidikan di Menara Kompas. Fajar berharap ke depannya kurikulum pendidikan di Indonesia dapat mengadopsi pendekatan STEAM secara lebih luas.



