Anggota parlemen Australia, Tim Watts, mengumumkan bahwa pemerintah Partai Buruh yang dipimpin Perdana Menteri Anthony Albanese menambah anggaran untuk pelajaran bahasa Indonesia di negara tersebut. Dalam pengumumannya, Watts juga mengucapkan 'Oke gas' yang identik dengan Presiden Prabowo Subianto selama masa kampanye 2024.
Anggaran Pendidikan Bahasa Indonesia
Dikutip dari akun Instagram resminya, Minggu (7/6/2026), Watts menulis bahwa pemerintah federal telah menyepakati anggaran sebesar AUD 11,4 juta atau sekitar Rp 145 miliar untuk pendidikan bahasa Indonesia di Australia. Jumlah tersebut merupakan bagian dari AUD 33,2 juta yang dialokasikan untuk implementasi Perjanjian Keamanan Bersama Australia-Indonesia.
"Tidak ada mitra yang lebih penting bagi Australia selain Indonesia dan tidak ada mitra yang lebih penting bagi Australia untuk dipahami selain Indonesia. Tanpa intervensi, pengajaran Bahasa Indonesia di Australia akan punah pada masa jabatan Parlemen berikutnya," tulis Watts.
Ucapan 'Oke Gas' dalam Video
Dalam sebuah video yang diunggah, Watts mengutip ucapan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) saat berkunjung ke Australia dalam pidatonya di parlemen. Dia juga mengutip slogan 'Oke gas' yang identik dengan Prabowo. "Seperti yang disampaikan Presiden Indonesia sebelumnya, Jokowi, di tempat ini pada 2020 'Australia adalah sahabat paling dekat Indonesia', dan tahun ini pendanaan federal telah menyatakan 'Oke gas' atau 'Let's Go' untuk meningkatkan hubungan dengan tetangga dan teman kita, Indonesia," ucapnya.
Hubungan Australia-Indonesia Memasuki Babak Baru
Watts mengatakan hubungan Indonesia dan Australia telah memasuki babak baru. Dia menekankan pentingnya warga Australia memahami Indonesia, salah satunya melalui bahasa Indonesia. "Sudah jelas tak ada mitra yang harus lebih dipahami Australia dibanding Indonesia dan itulah mengapa anggaran pemerintahan Albanese tahun ini telah mengalokasikan AUD 33,2 juta untuk mendukung implementasi Perjanjian Keamanan Bersama Australia-Indonesia. Termasuk AUD 11,4 juta untuk meningkatkan pendidikan bahasa Indonesia, dan AUD 3,4 juta untuk membangun Dialog Kepemimpinan Australia-Indonesia," ujarnya.
Pentingnya Pemahaman Bahasa
Watts menekankan bahwa pemahaman bahasa merupakan hal penting untuk mempererat hubungan antarnegara. Dukungan dari pemerintah federal terhadap pembelajaran bahasa Indonesia di Australia dianggap penting di tengah menurunnya jumlah kampus dan sekolah yang mengajarkan bahasa Indonesia di Australia. Pemerintah juga memberikan tambahan beasiswa bagi pelajar Australia untuk belajar bahasa Indonesia langsung di Indonesia. Langkah ini dinilai sebagai investasi strategis bagi peningkatan kemampuan bahasa Indonesia.
Kunjungan ke Solo
Watts juga menceritakan kunjungannya ke Solo yang disebutnya sebagai kampung halaman Jokowi dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Dia bertemu dengan pemimpin-pemimpin muda Indonesia selama kunjungan itu yang memberinya pemahaman lebih tentang Indonesia. "Bulan lalu, saya mengunjungi Indonesia dalam kelompok mitra Parlemen Indonesia bersama Wakil Pimpinan Senat, Richard Colbeck. Kami mengunjungi Solo, hub politik dan budaya di Jawa Tengah. Kampung halaman Presiden sebelumnya, Jokowi dan Wakil Presiden saat ini, Gibran. Keduanya sama-sama mantan wali kota tersebut. Kami menjalin hubungan dengan pemimpin-pemimpin muda, termasuk Wali Kota (Solo) Respati Ardi dan Pangeran Mangkunegara X," ucapnya.



