Menlu Sugiono Buka Suara Soal Penggantian Prabowo di Kursi Ketum PB IPSI
Sugiono Buka Suara Soal Penggantian Prabowo di PB IPSI

Menlu Sugiono Buka Suara Soal Penggantian Prabowo di Kursi Ketum PB IPSI

Jakarta - Menteri Luar Negeri Republik Indonesia (Menlu) Sugiono akhirnya buka suara mengenai namanya yang santer disebut-sebut sebagai calon Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) untuk periode 2026-2030. Hal ini menyusul keputusan Presiden Prabowo Subianto yang menyatakan tidak bersedia melanjutkan kepemimpinan di organisasi tersebut.

Proses Pemilihan Sedang Berjalan

Sugiono menyampaikan bahwa saat ini Musyawarah Nasional (Munas) ke-XVI PB IPSI telah resmi dibuka oleh Presiden yang juga menjabat sebagai Ketua Umum PB IPSI, Prabowo Subianto. Agenda besar ini dijadwalkan berlangsung hingga tanggal 12 Desember mendatang, dengan fokus utama pada proses suksesi kepemimpinan.

"Ini adalah Munas yang tadi disampaikan oleh bapak ketua umum yang terakhir bagi beliau, karena beliau menyatakan tidak bersedia untuk melanjutkan sebagai ketua umum PB IPSI di periode berikutnya," kata Sugiono kepada wartawan saat ditemui di acara pembukaan Munas PB IPSI di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Sabtu (11/4/2026).

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Terkait namanya yang menguat sebagai pengganti Prabowo, Sugiono menegaskan bahwa proses pemilihan masih dalam tahap berjalan. Ia meminta publik untuk bersabar dan menunggu hasil akhir yang akan ditetapkan melalui mekanisme yang telah ditentukan.

"Ini prosesnya kan sedang berjalan, kemudian kita lihat saja nanti," ucapnya singkat namun penuh makna, menandakan bahwa segala keputusan akan diambil secara demokratis dan transparan.

Komitmen Kunci untuk Kemajuan Pencak Silat

Meskipun belum memastikan kandidaturnya, Sugiono berharap siapa pun yang terpilih nantinya harus memiliki komitmen kuat untuk menjalankan amanat dan pesan-pesan yang selama ini diperjuangkan oleh Prabowo Subianto dalam memajukan pencak silat di tingkat nasional maupun internasional.

"Tapi yang pasti, siapapun kita ingin orang yang bisa benar-benar membawa tadi apa yang disampaikan, pesan-pesan bapak ketua umum menjaga silat ini dalam rangka menjaga karakter dan jiwa dari bangsa Indonesia," tutur Sugiono dengan penuh harapan.

Dia menekankan bahwa pencak silat bukan sekadar olahraga, tetapi juga warisan budaya yang mencerminkan identitas dan semangat bangsa, sehingga kepemimpinan ke depan harus mampu menjaga nilai-nilai tersebut sambil mendorong inovasi dan perkembangan.

Mekanisme Pencalonan Berbasis Aspirasi Daerah

Mengenai mekanisme pencalonan, Sugiono menjelaskan bahwa nama-nama kandidat yang muncul bukanlah hasil pengajuan diri secara personal, melainkan murni berasal dari aspirasi yang digaungkan oleh daerah-daerah. Proses pengusulan nama sudah dilakukan oleh para pengurus di tingkat daerah, menunjukkan partisipasi aktif dari seluruh elemen IPSI.

"Sudah diusulkan oleh masing-masing pengurus," ujarnya, menegaskan bahwa sistem ini dirancang untuk memastikan bahwa calon yang muncul benar-benar mewakili keinginan dan kebutuhan anggota di lapangan.

Prabowo Pamit dengan Harapan Besar

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto secara resmi menyatakan pamit tidak bisa lagi menjadi Ketua Umum PB IPSI setelah memimpin selama 34 tahun. Dalam pidatonya, Prabowo meminta maaf karena belum berhasil membawa pencak silat ke Olimpiade, meskipun telah berupaya maksimal.

"Saudara-saudara, ini bolehlah saya nostalgia karena di sinilah saya mohon diri, saya pamit sebagai Ketua Umum-mu, sebagai sebelumnya Wakil Ketua Umum, bisa dikatakan saya ini sudah 34 tahun di kalangan IPSI," kata Prabowo dengan nada haru.

Prabowo menegaskan komitmennya untuk terus mendukung IPSI meski tanpa jabatan, dan meyakini bahwa penggantinya nanti akan mampu mewujudkan mimpi membawa pencak silat ke Olimpiade.

"Dan saya siap terus, akan terus mendukung dengan jabatan ataupun tidak dengan jabatan, ya, seorang pendekar adalah sampai napas dia terakhir, dia pendekar, Saudara-saudara," ujarnya penuh semangat.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga

"Banyak tugas PB IPSI ke depan. Saya minta maaf saya belum berhasil membawa pencak silat ke Olimpiade. Kita terus berusaha, saya kira, saya yakin pengganti saya nanti akan, akan berhasil membawa ke Olimpiade. Saya yakin. Saya tidak tahu apa sudah ada bayangan siapa yang Saudara akan pilih sebagai pengganti saya. Saya sarankan coba dicari calon yang terbaik," lanjutnya, memberikan pesan optimis untuk masa depan organisasi.

Dengan proses Munas yang masih berlangsung, semua mata tertuju pada hasil akhir yang akan menentukan arah baru bagi PB IPSI dalam mempertahankan warisan budaya sambil mengejar prestasi global.