Prabowo Subianto Mengakhiri Masa Jabatan 34 Tahun di IPSI
Presiden Prabowo Subianto secara resmi mengundurkan diri dari posisi Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) setelah memimpin organisasi tersebut selama lebih dari tiga dekade. Keputusan ini disampaikannya dalam pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) ke-XVI IPSI yang digelar di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, pada Sabtu, 11 Maret 2026.
Nostalgia Perjalanan Panjang dan Kecintaan pada Pencak Silat
Dalam pidatonya, Prabowo berbagi kisah nostalgia tentang perjalanan panjangnya di dunia pencak silat, yang telah ia jalani selama 34 tahun. Ia menekankan bahwa dedikasinya ini merupakan bagian dari upaya untuk memajukan pencak silat tidak hanya sebagai warisan budaya nasional, tetapi juga sebagai disiplin yang diakui dan berkembang di kancah internasional.
"Saya ingin sedikit bernostalgia, karena kakek saya salah satu juga penggemar dan pendiri perguruan pencak silat di Madiun, Setia Hati, itu tahun sebelum kemerdekaan," ujar Prabowo. Ia menjelaskan bahwa kecintaannya terhadap pencak silat berakar dari pengaruh keluarga, di mana kakeknya tetap rutin berlatih hingga usia lanjut, termasuk latihan pernapasan. Selain itu, orang tuanya juga pernah lama menjadi pembina di IPSI.
Pengalaman Militer dan Pencak Silat sebagai Bagian Pelatihan
Prabowo juga menceritakan pengalamannya saat menempuh pendidikan militer di Akademi Militer, di mana berbagai cabang bela diri, termasuk pencak silat, menjadi materi wajib. "Waktu saya masuk tentara di Akademi Militer, memang kita sudah diwajibkan belajar berbagai bela diri. Kita diwajibkan belajar judo, tinju, dan pencak silat sudah mulai diajarkan hampir semua," katanya.
Pengalaman ini berlanjut saat ia bertugas di satuan elite TNI, di mana pencak silat menjadi bagian integral dari pelatihan. Ia menyebut bahwa para prajurit diwajibkan mempelajari aliran Merpati Putih yang dibina oleh tokoh militer. "Jadi kita semua harus belajar Merpati Putih," tambahnya, sambil bercanda tentang bekas luka dari masa lalu.
Sejarah Pencak Silat yang Dilarang Penjajah
Prabowo mengungkap fakta sejarah bahwa pencak silat pernah dilarang oleh para penjajah di masa lalu. Aktivitas latihan bela diri tidak diperbolehkan dilakukan di pusat kota, sehingga para guru silat terpaksa melatih murid-muridnya secara sembunyi-sembunyi di lokasi terpencil seperti bukit dan gunung.
"Waktu itu pencak silat dilarang tidak boleh belajar pencak silat akhirnya pencak silat dilatih malam-malam oleh guru-guru kita di bukit-bukit di gunung-gunung," tuturnya. Hal ini menyebabkan pencak silat sempat dianggap sebagai olahraga kampung, namun kini telah berubah menjadi identitas budaya bangsa yang menarik minat banyak negara.
Pencak Silat sebagai Warisan Budaya Global
Kini, pencak silat telah berkembang menjadi daya tarik internasional, dengan banyak negara datang ke Indonesia untuk mendalaminya. Prabowo mencontohkan bagaimana negara-negara seperti Vietnam dan Thailand, yang sebelumnya belajar dari Indonesia, kini mampu berkembang bahkan mengungguli Indonesia dalam kompetisi.
"Kadang-kadang mereka belajar dan jadi hebat-hebat dan ini risiko seorang guru. Kita dulu yang melatih Vietnam, Thailand akhirnya mereka jadi hebat dan mereka pernah kalahkan kita, tidak apa apa karena itu adalah tugas seorang guru," ujarnya. Ia menekankan pentingnya menjaga kemurnian dan mutu pencak silat agar terus diminati secara global.
Pamit dari Jabatan Ketua Umum PB IPSI
Setelah menjabat sebagai wakil ketua umum selama empat periode dan ketua umum selama lima periode, Prabowo menyatakan diri tidak bisa lagi maju sebagai Ketua Umum PB IPSI. Ia meminta izin kepada keluarga besar IPSI untuk tidak melanjutkan jabatannya, dengan alasan tugasnya sebagai Presiden RI yang menyita waktu.
"Karena saya sudah mengemban tugas kebangsaan yang menyita waktu saya sehingga tidak mungkin saya efektif sebagai ketua umum PB IPSI," katanya. Prabowo juga meminta maaf karena tidak terlalu aktif dalam beberapa tahun terakhir dan karena belum berhasil membawa pencak silat ke Olimpiade.
Komitmen Berkelanjutan dan Harapan untuk Masa Depan
Meski mengundurkan diri, Prabowo menegaskan komitmennya untuk terus mendukung IPSI dari belakang. "Dan saya siap terus, akan terus mendukung dengan jabatan ataupun tidak dengan jabatan, ya, seorang pendekar adalah sampai napas dia terakhir, dia pendekar," ujarnya.
Ia yakin bahwa penggantinya nanti akan mampu membawa pencak silat ke kompetisi internasional, termasuk Olimpiade. Prabowo berpesan kepada para pengurus untuk mencari calon pengganti yang terbaik guna memajukan organisasi dan olahraga pencak silat ke depan.



