Akbar Supratman Apresiasi Sugiono sebagai Ketua Umum IPSI 2026-2030
Wakil Ketua MPR RI AM Akbar Supratman menyampaikan apresiasi tinggi atas terpilihnya Sugiono sebagai Ketua Umum Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) untuk periode 2026-2030. Pemilihan ini berlangsung secara aklamasi dalam Musyawarah Nasional (Munas) XVI 2026 yang digelar di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta, pada hari Sabtu tanggal 11 April 2026.
Momentum Penting bagi Kemajuan IPSI
Akbar menilai bahwa terpilihnya Sugiono merupakan sebuah momentum yang sangat penting bagi kemajuan IPSI ke depannya. Ia menekankan bahwa kepemimpinan baru ini diharapkan dapat memperkuat pembinaan atlet, menjaga nilai-nilai budaya yang terkandung dalam pencak silat, serta meningkatkan peran organisasi baik di tingkat nasional maupun internasional.
"Kami mengucapkan selamat kepada Bapak Sugiono atas kepercayaan yang diberikan untuk memimpin IPSI. Ini adalah amanah besar yang diharapkan mampu membawa IPSI semakin maju, profesional, dan berprestasi," ujar Akbar dalam keterangan resminya yang dirilis pada hari Minggu tanggal 12 April 2026.
Sugiono terpilih setelah Presiden Prabowo Subianto memutuskan untuk tidak maju kembali sebagai calon ketua umum, meskipun namanya sempat masuk dalam Tim Penjaringan dan Penyaringan IPSI. Keputusan Prabowo ini mengakhiri masa pengabdiannya selama 34 tahun dalam membina pencak silat di Indonesia.
Dukungan Penuh dari Seluruh Jajaran IPSI Daerah
Akbar Supratman, yang juga menjabat sebagai Ketua IPSI Provinsi Sulawesi Tengah, menegaskan kesiapan seluruh jajaran IPSI di daerah untuk mendukung kepemimpinan Sugiono dalam menjalankan program-program strategis organisasi. Ia menyatakan bahwa pencak silat bukan sekadar cabang olahraga biasa, melainkan bagian dari identitas budaya bangsa yang memiliki nilai filosofis, moral, dan karakter yang mendalam.
"Di bawah kepemimpinan yang baru, kami berharap IPSI mampu memperkuat pembinaan generasi muda, meningkatkan prestasi atlet, serta memperluas diplomasi budaya Indonesia melalui pencak silat," tambah Akbar.
Ia juga berharap agar sinergi antara pengurus pusat dan daerah semakin solid, sehingga dapat mendorong IPSI menjadi organisasi yang modern, adaptif, dan memiliki daya saing global. Apresiasi khusus juga disampaikan kepada Prabowo Subianto atas dedikasinya selama lebih dari tiga dekade dalam membina pencak silat di tanah air sebelum memutuskan untuk mundur dari kursi Ketua Umum Pengurus Besar IPSI.
Komitmen Sugiono untuk Membawa Pencak Silat ke Olimpiade
Sementara itu, Sugiono mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya dan menyatakan tekad bulat untuk membawa pencak silat ke panggung Olimpiade. Ia menegaskan bahwa pencak silat harus menjadi warna dan karakter dalam pembangunan manusia Indonesia.
"Pencak silat harus menjadi warna dan karakter pembangunan manusia Indonesia. Kita harap kepemimpinan berikutnya bisa memasukkan pencak silat sebagai bagian dari kurikulum pendidikan yang paling awal," kata Sugiono.
Dengan terpilihnya Sugiono, diharapkan IPSI dapat terus berkembang dan berkontribusi lebih besar dalam memajukan olahraga pencak silat sebagai warisan budaya bangsa yang bernilai tinggi.



