ASN Solo Dihukum Potong Gaji 9 Bulan karena Bocorkan Data Rio Haryanto
ASN Solo Disanksi Potong Gaji 9 Bulan Bocorkan Data Rio

ASN Solo Dihukum Potong Gaji 9 Bulan karena Membocorkan Data Pribadi Rio Haryanto

Mantan pebalap Formula 1, Rio Haryanto, telah menyerahkan sepenuhnya kepada pihak yang berwenang mengenai sanksi yang dijatuhkan terhadap seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kota Solo. Pelaku, yang sebelumnya bertugas sebagai petugas Kelurahan Penumping dan kini bekerja di Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Solo, terbukti membocorkan data pribadi Rio Haryanto.

Pernyataan Rio Haryanto di Bulan Suci

Saat ditemui awak media di Masjid Baitulrrachman, Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo, pada Jumat (13/3/2026), Rio Haryanto menyatakan, "Biar pihak yang berwenang yang mengurus. Itu data pribadi yang seharusnya bisa dijaga." Ia menambahkan dengan sikap memaafkan, "Ya udahlah, kita saling memaafkan di bulan suci ini." Pernyataan ini menegaskan bahwa meskipun kejadian ini melanggar privasi, Rio memilih untuk berdamai dalam semangat Ramadan.

Detail Sanksi dari Pemerintah Kota Solo

Pemerintah Kota (Pemkot) Solo telah menjatuhkan sanksi sedang kepada mantan Petugas Kelurahan Penumping tersebut. Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Solo, Beni Supartono, menjelaskan bahwa sanksi tersebut berupa pemotongan gaji pokok sebesar 5 persen selama 9 bulan. "Kemarin sudah kita serahkan SK-nya ke yang bersangkutan. Sanksinya sedang berupa pemotongan gaji 5 persen selama 9 bulan," kata Beni saat dihubungi pada Senin (9/3/2026).

Beni juga menegaskan bahwa pelaku saat ini masih bekerja seperti biasa di Satpol PP Kota Solo, dengan hukuman hanya terbatas pada pemotongan gaji tanpa pengurangan tugas atau pemecatan. Langkah ini diambil sebagai bentuk pertanggungjawaban atas kebocoran data yang terjadi.

Implikasi dan Respons Terkait Kasus Ini

Kasus ini menyoroti pentingnya perlindungan data pribadi, terutama bagi publik figur seperti Rio Haryanto. Pemkot Solo sebelumnya telah meminta maaf kepada Rio atas insiden ini dan memastikan bahwa sanksi akan diberikan. Dengan volume berita yang meningkat, hal ini diharapkan dapat menjadi pelajaran bagi ASN lainnya untuk lebih menjaga kerahasiaan informasi.

Rio Haryanto, yang dikenal sebagai pebalap pertama Indonesia di ajang Formula 1, menunjukkan sikap profesional dengan tidak memperpanjang konflik. Namun, kasus ini tetap mengingatkan akan risiko kebocoran data di era digital dan pentingnya penegakan hukum dalam melindungi privasi warga.