Semarang – Kepolisian Daerah Jawa Tengah (Polda Jateng) mencatatkan sejarah baru melalui ajang Kapolda Jateng Cup Esports. Dengan digelarnya turnamen ini, Indonesia menjadi salah satu dari sedikit negara di dunia di mana institusi penegak hukum menginisiasi dan menyelenggarakan turnamen olahraga elektronik (esports).
Polri Sejajar dengan Dubai dan AS
Gaming & Esports Marketing Manager Infinix, Muhammad Wafa, menyoroti fenomena ini sebagai langkah maju yang menyejajarkan Polri dengan instansi serupa di negara maju. Infinix sendiri merupakan merek ponsel pintar yang salah satu lini produknya menyasar pengguna perangkat game.
“Dengan digelarnya Kapolda Jateng Cup Esports ini, baru ada tiga kepolisian di dunia yang menggelar ajang esports, yaitu Dubai, AS, dan Indonesia,” ujar Wafa di sela-sela gelaran Kapolda Jateng Esports Cup di De Tjolomadoe, Karanganyar, Sabtu (20/6/2026).
Wafa, yang telah mengamati langsung industri olahraga elektronik di berbagai negara, menegaskan bahwa esports kini telah mencapai taraf yang sejajar dengan olahraga konvensional. Dia menilai pendekatan kepolisian melalui jalur hobi dan komunitas ini sangat efektif.
“Saya sudah ke beberapa negara untuk mencermati esports. Esports dan professional sports itu sama saja. Polisi di AS dan Dubai menggelar esports karena aktivitas ini dipandang sebagai kegiatan sosial yang dilakukan oleh banyak warga,” jelasnya.
Tren Global: Pendekatan Komunitas ala AS dan Dubai
Pernyataan Wafa sejalan dengan tren community policing (pemolisian masyarakat) modern di ranah global. Di Amerika Serikat, instansi penegak hukum menggunakan esports sebagai jembatan untuk terhubung dengan generasi muda (Gen Z).
Beberapa departemen besar seperti Kepolisian New York (NYPD) dan Kepolisian Los Angeles (LAPD) bahkan telah membentuk tim esports resmi. Mereka secara rutin menggelar maupun mengikuti turnamen dengan tujuan mematahkan stigma kaku kepolisian, membangun rasa saling percaya, serta melakukan penyuluhan positif di ruang digital.
Hal serupa juga menjadi strategi andalan Kepolisian Dubai di Uni Emirat Arab (UEA). Melalui inisiatif seperti Dubai Police Esports Tournament, aparat setempat merangkul komunitas gamer secara masif. Turnamen ini dimanfaatkan oleh Kepolisian Dubai tidak hanya sebagai ajang kompetisi, tetapi juga sarana untuk mengampanyekan kesadaran tentang keamanan siber (cyber security), bahaya penipuan daring, serta edukasi anti-narkoba di kalangan remaja.
Dengan suksesnya Kapolda Jateng Cup Esports 2026, Polri menunjukkan komitmennya dalam bertransformasi dan mendekati generasi muda melalui platform yang relevan dan digemari.



