JAKARTA - Ada ungkapan yang mengatakan bahwa manusia harus berusaha, tetapi pada akhirnya Tuhan yang menentukan. Ungkapan itulah yang dialami oleh Wilma Margaretha Sinaga (39), seorang pecatur disabilitas netra yang memiliki prestasi tingkat nasional dan internasional.
Awal Mula Mengenal Catur
Sejak duduk di kelas 6 SLB Yapentra, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, ia mengenal catur sebagai salah satu olahraga dalam kegiatan ekstrakurikuler sekolah yang bisa diikuti. Alasannya sederhana, yaitu karena bermain catur tidak terlalu banyak menggunakan tenaga fisik dan menyenangkan. Meski demikian, ia merasa cukup menguras pikiran karena harus fokus dan konsentrasi.
Perjalanan Karier Catur
Wilma terus mengasah kemampuannya dan berhasil meraih berbagai prestasi. Ia pernah menjadi juara nasional catur untuk disabilitas netra dan mewakili Indonesia di ajang internasional. Baginya, catur bukan sekadar permainan, tetapi sarana untuk membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukan halangan untuk berprestasi.
Inspirasi bagi Banyak Orang
Kisah Wilma menginspirasi banyak orang, terutama penyandang disabilitas lainnya, untuk tidak menyerah pada keadaan. Ia berpesan bahwa dengan kerja keras dan doa, mimpi dapat terwujud. Saat ini, Wilma aktif sebagai pelatih catur dan sering diundang sebagai pembicara motivasi.



