KOMPAS.com - Manchester United (MU) berhasil mengalahkan Liverpool dengan skor 3-2 dalam pertandingan Liga Inggris yang berlangsung pada 3 Mei 2026. Namun, kemenangan tersebut tidak diterima begitu saja oleh pendukung Liverpool, termasuk pelatih mereka, Arne Slot. Slot menyatakan protes keras terhadap gol yang dicetak oleh penyerang MU, Benjamin Sesko, karena dianggap tidak sah. Menurut Slot, sebelum bola masuk ke gawang, terjadi dugaan pelanggaran handball yang seharusnya membuat gol tersebut dianulir.
Protes dari Pelatih Liverpool
Arne Slot, pelatih Liverpool, dengan tegas menyatakan bahwa gol Sesko seharusnya tidak disahkan. Ia mengklaim bahwa wasit seharusnya melihat adanya sentuhan tangan sebelum gol tercipta. Slot menambahkan bahwa insiden ini sangat memengaruhi hasil pertandingan dan merugikan timnya.
Klaim dari PGMOL
Di media sosial, muncul unggahan yang mengklaim bahwa Professional Game Match Officials Limited (PGMOL) telah mengakui bahwa keputusan wasit untuk mengesahkan gol Sesko adalah sebuah kesalahan. PGMOL adalah badan yang bertanggung jawab mengelola, menunjuk, dan melatih wasit di Inggris. Jika klaim ini benar, maka hal ini akan menjadi sorotan besar dalam dunia sepak bola Inggris.
Dampak Kontroversi
Kontroversi ini tentu saja memicu perdebatan di kalangan penggemar sepak bola. Banyak yang mempertanyakan kualitas kepemimpinan wasit dan sistem VAR yang digunakan. Ke depannya, PGMOL diharapkan dapat memberikan klarifikasi resmi mengenai insiden ini untuk menjaga kredibilitas kompetisi.



