Kepolisian Resor Metro Jakarta Pusat memutuskan menghentikan penyelidikan kasus dugaan penculikan atlet golf putri, Jesslyn Wijaya (34). Penghentian ini dilakukan setelah serangkaian pemeriksaan saksi dan bukti menyimpulkan bahwa kepergian Jesslyn ke luar negeri bukanlah aksi penculikan.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra, mengatakan bahwa pihaknya akan segera menggelar perkara untuk meresmikan penghentian penyelidikan tersebut. "Iya dihentikan. Kita lagi menunggu menjadwalkan gelar perkara untuk henti lidik (penyelidikan)," ujar Roby saat dihubungi, Selasa (4/8/2026).
Gelar Perkara dan Pemeriksaan Saksi
Roby menjelaskan bahwa gelar perkara direncanakan paling lambat dilakukan pada hari ini, Rabu (5/8/2026). Sebelumnya, penyidik telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk Jesslyn sendiri. Dari hasil pemeriksaan tersebut, polisi tidak menemukan adanya unsur pidana dalam laporan dugaan penculikan yang sempat mencuat.
"Iya bukan (penculikan). Sudah, sudah sesuai semuanya sudah dimintai keterangan. Selesai," tegas Roby. Pernyataan ini sekaligus memastikan bahwa kasus yang sempat ramai diberitakan itu tidak akan berlanjut ke tahap penyidikan.
Jesslyn Dikonfirmasi Sehat dan di Bangkok
Dalam perkembangan sebelumnya, polisi telah memeriksa Jesslyn melalui sambungan video (zoom) pada pekan lalu. Pemeriksaan itu dilakukan untuk memastikan kondisi dan kronologi kepergiannya. Roby memastikan bahwa Jesslyn dalam keadaan sehat dan tidak berada di bawah tekanan siapa pun.
"Jesslyn dalam keadaan baik," kata Roby saat dihubungi, Senin (3/8/2026). Ia menambahkan, "Berangkat tanpa paksaan atau tekanan." Menurut Roby, Jesslyn saat ini masih berada di luar negeri, tepatnya di Bangkok bersama ibu dan tantenya. Belum diketahui kapan ia akan kembali ke Indonesia.
Kronologi Laporan dan Pencabutan
Kasus ini bermula dari laporan polisi yang menyebut Jesslyn diculik saat menghadiri acara ulang tahun keluarga di sebuah restoran di Jakarta Pusat pada 13 Juli lalu. Pelapor mengaku khawatir dengan keberadaan Jesslyn yang tiba-tiba hilang setelah acara tersebut.
Polisi kemudian melakukan penyelidikan, termasuk memeriksa rekaman CCTV di lokasi kejadian. Namun, pada 19 Juli, pelapor mencabut laporannya. Meski demikian, polisi tetap melanjutkan penyelidikan untuk memastikan kebenaran di balik kepergian Jesslyn.
Belakangan, polisi mengungkap bahwa orang-orang yang membawa Jesslyn dari restoran tersebut adalah suruhan ibunya sendiri. "Ada orang-orang yang disuruh oleh ibunya, ibunya Jesslyn yang suruh," ungkap Roby kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jumat (31/7/2026).
Kepergian ke Luar Negeri dan Manifest
Setelah kejadian di restoran, Jesslyn kemudian terbang ke luar negeri. Berdasarkan manifest penerbangan, Jesslyn tercatat terbang menuju Malaysia dan Thailand. Polisi memastikan bahwa kepergian ini dilakukan secara sukarela dan tanpa paksaan.
Dengan dihentikannya penyelidikan ini, kasus dugaan penculikan Jesslyn Wijaya resmi ditutup. Polisi berharap publik tidak lagi berspekulasi dan menghormati privasi Jesslyn serta keluarganya. Kasus ini menjadi pelajaran penting bahwa tidak semua laporan penculikan berujung pada tindak pidana.



