Erick Thohir Ungkap Prabowo Perhatikan Olahraga Disabilitas
Erick Thohir Ungkap Prabowo Perhatikan Olahraga Disabilitas

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir bersama pelatih timnas John Herdman menemui Presiden Prabowo Subianto di kediaman Hambalang, Jawa Barat. Dalam pertemuan tersebut, Erick melaporkan sejumlah hal terkait pengembangan olahraga nasional.

Perhatian Khusus pada Olahraga Disabilitas

Erick mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo sangat peduli dengan olahraga disabilitas. "Ya, Alhamdulillah tadi saya diminta laporan beberapa hal. Nomor satu, yang pasti Bapak Presiden sangat peduli dengan olahraga disabilitas," kata Erick usai pertemuan di Hambalang, Jumat (19/6/2026).

Prabowo menekankan pentingnya perhatian terhadap kelompok disabilitas. Erick menyebut jumlah penyandang disabilitas di Indonesia yang gemar berolahraga mencapai hampir 23,9 juta hingga 25,9 juta jiwa, atau sekitar 11 persen dari total populasi. "Makanya, salah satu program yang memang kita terus dorong, bagaimana masyarakat disabilitas di Indonesia ini kan totalnya hampir 23,9 juta atau 25,9 juta yang gemar berolahraga, itu hampir 11%. Artinya dengan itu, Bapak Presiden ingin mendorong para olahragawan disabilitas ini benar-benar diperhatikan," jelasnya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Program Sertifikasi dan Rencana Kunjungan ke NPC

Erick melaporkan bahwa Kemenpora telah memiliki program sertifikasi kepelatihan untuk kelompok disabilitas. Selain itu, Prabowo berencana mengunjungi National Paralympic Committee of Indonesia (NPC Indonesia) di Karanganyar, Jawa Tengah. "Jadi, setelah jadi pelatih, mereka bisa melatih. Nah, karena itu, Bapak Presiden juga ingin melihat para olahragawan disabilitas dan bahkan akan datang ke Karanganyar melihat juga NPC yang selama ini belum diresmikan," ujarnya.

"Karena ini menjadi bagian penting bahwa kita harus memberikan semua warga Indonesia kesempatan yang sama. Itu yang Bapak Presiden sampaikan," lanjut Erick.

Dukungan Anggaran Pelatnas Multiyears

Erick juga menyampaikan perlunya dukungan anggaran untuk Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas). Ia menekankan bahwa pendanaan Pelatnas tidak bisa dianggarkan per tahun, melainkan harus bersifat multiyears. "Saya bilang, 'Bapak, ada beberapa hal yang perlu dukungan Bapak'. Dan tadi beliau langsung sampaikan, 'Saya dukung'. Dan tadi Pak Mensesneg dan Pak Seskab langsung akan men-follow up. Bahwa kebijaksanaan mengenai anggaran, karena yang namanya Pelatnas tidak mungkin dianggarkan per tahun, itu harus multiyears," kata Erick.

Presiden Prabowo menyetujui usulan tersebut karena persiapan atlet untuk Olimpiade, SEA Games, dan Asian Games membutuhkan perencanaan jangka panjang. "Dan Bapak Presiden sepakat karena memang mempersiapkan bagaimana masa depan atlet kita untuk Olimpiade, SEA Games, Asian Games, apalagi hari ini banyak sekali para atlet kita mulai menunjukkan ya, prestasinya," sambungnya.

Rencana Akademi Olahraga Terpusat

Erick mendorong pembangunan akademi olahraga terpusat yang dimulai dari jenjang SD, SMP, hingga SMA. Program ini bertujuan membina calon atlet sejak usia dini, yaitu 8-10 tahun. "Dan Bapak Presiden juga mendorong, apalagi ada pemusatan yang namanya akademi olahraga nanti yang kita dimulai dari SD, SMP, SMA. Jadi, siapa yang akan menjadi atlet ke depan, dari usia 8-10 tahun sudah mulai dibina," katanya.

Selain itu, Erick memaparkan rencana pembangunan akademi olahraga dan juga menyinggung soal dana pensiun atlet yang masih terus digodok. "Nah, ini yang tadi sampaikan, dan tadi saya paparkan rencana pembangunan akademi olahraga, ini menjadi bagian fundamental dan sekalian juga proses nanti yang namanya yang Presiden kembali tanyakan mengenai dana pensiun atlet yang masih kita terus godok bagaimana persiapan ke depannya itu. Itu yang saya bisa sampaikan untuk persiapan Kemenpora," lanjut Erick.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga