Pesawat Smart Air Ditembaki KKB di Papua Selatan, Pilot dan Co-Pilot Tewas, 13 Penumpang Selamat
Pesawat Smart Air Ditembaki KKB, Pilot dan Co-Pilot Tewas

Pesawat Smart Air Ditembaki KKB di Papua Selatan, Dua Kru Tewas dan 13 Penumpang Selamat

Insiden penembakan terhadap pesawat milik maskapai Smart Air terjadi di Lapangan Udara Korowai, Papua Selatan. Kelompok kriminal bersenjata (KKB) menembaki pesawat tersebut sesaat setelah mendarat, mengakibatkan korban jiwa di pihak kru pesawat.

Identitas Pilot dan Co-Pilot yang Tewas

Polisi telah merilis identitas dua awak pesawat yang menjadi korban dalam insiden tragis ini. Pesawat dengan nomor registrasi PK-SNR tersebut dipiloti oleh Kapten Egon Irawan sebagai pilot dan Kapten Baskoro sebagai kopilot. Keduanya diduga tewas akibat tembakan dari kelompok bersenjata yang bersembunyi di sekitar area bandara.

13 Penumpang Berhasil Selamat dari Serangan

Meskipun pilot dan kopilot menjadi korban, seluruh 13 penumpang yang berada di dalam pesawat dilaporkan selamat dari serangan tersebut. Berikut adalah daftar nama penumpang yang selamat:

  1. Yance Bemanop
  2. Limu Gurik
  3. Yanduk Kogoya
  4. Turis Magai
  5. Emira Wonda
  6. Anak Kimis
  7. Dualima Kogoya
  8. Imantinus Kahipka
  9. Irvan Kahipka
  10. Samuel Jitmau
  11. Pania Mialka
  12. Topius Kogoya
  13. Tialongga Kogoya

Kondisi semua penumpang dalam keadaan baik meskipun mengalami trauma akibat peristiwa penembakan yang terjadi secara tiba-tiba.

Kronologi Insiden Penembakan

Pesawat Smart Air tersebut berangkat dari Bandara Tanah Merah pada pukul 10.35 Waktu Indonesia Timur (WIT). Saat pesawat mendarat di Lapangan Udara Korowai, kelompok bersenjata yang bersembunyi di hutan samping area bandara mulai menembaki pesawat. Polisi menerima laporan kejadian pada pukul 11.00 WIT dan segera mendatangi lokasi untuk melakukan penyelidikan.

Informasi mengenai korban jiwa baru diterima oleh Polres Boven Digoel pada pukul 13.27 WIT. Dua orang yang diduga sebagai pilot dan kopilot dilaporkan menjadi korban dalam insiden ini. Polisi masih menyelidiki motif dan identitas pelaku penembakan secara lebih mendalam.

Respons Kepolisian dan Pengamanan Wilayah

Kepolisian Republik Indonesia (Polri) telah menerjunkan tim khusus ke lokasi kejadian untuk melakukan investigasi lebih lanjut. "Diharapkan tim bisa segera tiba di lokasi secepatnya, menyesuaikan tantangan kondisi geografis dan aksesnya," ujar Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Jhonny Edison Isir dalam keterangan pers di Jakarta.

Polda Papua juga telah berkoordinasi dengan Satgas Operasi Damai Cartenz untuk memburu pelaku penembakan. Tim yang dipimpin oleh Wakapolda Papua akan segera dikirimkan ke lokasi. Selain itu, pihak kepolisian akan memperketat pengamanan jalur penerbangan sipil di wilayah pedalaman Papua untuk mencegah terulangnya insiden serupa di masa depan.

Insiden ini menimbulkan kekhawatiran serius mengenai keamanan transportasi udara di wilayah Papua, terutama di daerah-daerah terpencil yang memiliki akses terbatas. Masyarakat setempat dan pengguna jasa penerbangan mengharapkan langkah-langkah konkret dari pihak berwenang untuk menjamin keselamatan perjalanan udara di wilayah tersebut.