5 Fakta Lengkap Insiden Penembakan Pesawat Smart Air di Papua Selatan
Sebuah pesawat Cessna Grand Caravan dengan kode registrasi PK-SNR, yang dioperasikan oleh PT Smart Cakrawala Aviation atau Smart Air, menjadi korban penembakan oleh orang tidak dikenal di wilayah Boven Digoel, Papua Selatan. Insiden tragis ini mengakibatkan pilot dan kopilot meninggal dunia, sementara seluruh penumpang berhasil selamat.
Pesawat tersebut sedang menjalankan rute penerbangan dari Bandar Udara Tanah Merah menuju Bandara Korowai Batu atau Danawage. Berikut adalah rangkuman fakta-fakta penting terkait peristiwa ini, berdasarkan keterangan resmi dari berbagai pihak berwenang.
1. Kronologi Penembakan Pesawat
Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan mengonfirmasi bahwa pesawat Cessna Grand Caravan PK-SNR ditembaki oleh orang tidak dikenal. Menurut keterangan pers yang dikeluarkan Kemenhub, pesawat berangkat dari Bandar Udara Tanah Merah pada Rabu, 11 Februari 2026, pukul 10.38 Waktu Indonesia Timur.
Pesawat kemudian mendarat di Bandara Korowai Batu sekitar pukul 11.05 WIT. Sesaat setelah mendarat, pesawat mengalami penembakan. Di dalam pesawat, terdapat dua kru yaitu pilot dan kopilot, serta 13 penumpang yang terdiri dari 12 dewasa dan 1 bayi.
2. Pilot Kirim Pesan Darurat Melalui GPS
Kadiv Humas Polri, Irjen Johnny Eddizon Isir, mengungkapkan bahwa pilot sempat mengirim pesan darurat melalui perangkat GPS Garmin sebelum tewas. Pesan singkat tersebut dikirim oleh Kapten Egon Erawan selaku pilot dan Kapten Baskoro selaku kopilot, sesaat setelah pesawat berhasil mendarat.
Isir menjelaskan, "Situasi langsung kacau. Pilot, kopilot, dan penumpang berhamburan turun dan berusaha menyelamatkan diri." Beberapa menit setelah kejadian, pilot melaporkan melalui pesan GPS bahwa mereka ditembaki dan berlari menyelamatkan diri ke hutan.
3. Pilot dan Kopilot Tewas di Hutan
Kapolres Boven Digoel, AKBP Wisnu Perdana, menyatakan bahwa pilot dan kopilot dilaporkan tewas ditembak saat berupaya menyelamatkan diri ke dalam hutan. Dia menuturkan bahwa sejumlah orang tidak dikenal mengejar kedua kru tersebut ke dalam hutan.
"Pilot dan kopilot melarikan diri ke hutan, lalu dikejar sekelompok OTK. Pada pukul 13.17 WIT, kami terima konfirmasi pilot dan kopilot ini kondisinya meninggal dunia," beber Wisnu Perdana. Insiden ini terjadi dalam upaya penyelamatan diri yang berakhir tragis.
4. Evakuasi Jasad Dilaksanakan Hari Ini
Dilansir dari kantor berita Antara, Kepala Operasi Satgas Damai Cartenz, Brigjen Faizal Rahmadani, menginformasikan bahwa evakuasi jasad pilot dan kopilot direncanakan dilaksanakan pada Kamis, 12 Februari 2026. Sebelum evakuasi, tim Satgas Damai Cartenz akan dikirim ke tempat kejadian perkara untuk melakukan penyelidikan mendalam.
Faizal Rahmadani mengatakan, "Rencananya evakuasi dilaksanakan Kamis setelah tim Satgas Damai Cartenz tiba di TKP." Proses ini bertujuan untuk memastikan keamanan dan kelancaran evakuasi sambil mengumpulkan bukti terkait insiden penembakan.
5. Daftar Penumpang dan Investigasi Berlanjut
Hingga saat ini, Brigjen Faizal Rahmadani belum dapat memastikan kelompok mana yang bertanggung jawab atas penembakan pesawat Smart Air. Pesawat tersebut dilaporkan mengangkut 13 penumpang, yang nasibnya akan dipastikan setelah tim Satgas Damai Cartenz tiba di lokasi.
Berikut adalah daftar nama penumpang pesawat Smart Air yang terlibat dalam insiden ini:
- Yance Bemonop
- Limu Gurik
- Yanduk Kogoya
- Turis Magai
- Emira Wonda
- Kiris (bayi)
- Dua Lima Kogoya
- Inantinus Kahipka
- Irfan Kahipka
- Samuel Jitmau
- Pania Mialim
- Topius Kogoya
- Tialongga Kogoya
Investigasi masih berlangsung untuk mengungkap motif dan pelaku di balik penembakan ini, sementara pihak berwenang terus memantau perkembangan situasi di Boven Digoel, Papua Selatan.