Wanita 19 Tahun Buang Bayi di Tong Sampah, Takut Diusir Orang Tua
Wanita 19 Tahun Buang Bayi, Takut Diusir Ortu

Wanita 19 Tahun Buang Bayi di Tong Sampah, Takut Diusir Orang Tua

Polisi mengungkap motif tragis di balik aksi seorang ibu muda yang tega meninggalkan bayinya di sebuah tong sampah di perumahan Bekasi Utara, Kota Bekasi, Jawa Barat. Pelaku, seorang wanita berinisial N berusia 19 tahun, mengaku melakukan hal tersebut karena ketakutan akan diusir oleh orang tuanya.

Motif Ketakutan dan Ancaman Pengusiran

Kapolsek Bekasi Utara, AKP Tono Listianto, menjelaskan bahwa motif utama N adalah rasa takut yang mendalam terhadap reaksi orang tuanya. "Motifnya karena pelaku takut kepada orang tuanya tahu dan takut diomelin, kemudian juga takut diusir dari rumah. Karena sebelumnya pelaku sudah pernah diusir oleh orang tuanya karena sering pulang malam dan tidak pulang," kata Tono dalam keterangan pers di Mapolsek Bekasi Utara, Senin (9/3/2026).

N mengharapkan bayi perempuannya tersebut ditemukan oleh orang lain setelah dibuang. "Sehingga dia membuang bayi tersebut dan harapannya bayi tersebut ditemukan oleh orang, seperti itu," sambungnya.

Persalinan Mandiri dan Penangkapan Cepat

Diketahui bahwa N melakukan persalinan secara mandiri tanpa bantuan tenaga medis di kamar mandi rumahnya. Polisi bergerak cepat setelah penemuan bayi pada Jumat (6/3/2026) dan berhasil menangkap N pada Minggu (8/3/2026) sekitar pukul 23.00 WIB.

"Alhamdulillah pada tanggal 8 Maret sekitar pukul 23.00 WIB Tim Opsnal Polsek Bekasi Utara berhasil mengamankan terduga pelaku, kemudian pelaku dibawa ke Polsek untuk dilakukan pemeriksaan lebih dalam," ujar Tono.

Status Tersangka dan Pemeriksaan Lanjutan

N saat ini telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Polsek Bekasi Utara. Atas perbuatannya, ia dijerat dengan Pasal 429 ayat 1 subsider Pasal 430 UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, yang mengancam hukuman penjara maksimal 5 tahun.

Selain N, polisi juga tengah memeriksa kekasih pelaku untuk dimintai keterangan sebagai saksi dalam kasus ini. Investigasi terus dilakukan untuk mengungkap lebih detail kronologi kejadian.