Siswi SMP Pengeroyok Minta Maaf Usai Bikin Konten Joget di Mapolres Luwu Utara
Siswi SMP Pengeroyok Minta Maaf Usai Joget di Mapolres

Siswi SMP Pengeroyok Minta Maaf Usai Bikin Konten Joget di Mapolres Luwu Utara

Empat gadis remaja atau ABG secara resmi menyampaikan permintaan maaf setelah viral karena membuat konten joget di Mapolres Luwu Utara (Lutra), Sulawesi Selatan (Sulsel), saat mereka dipanggil polisi terkait kasus pengeroyokan. Dua di antara remaja tersebut berinisial R dan S merupakan terduga pelaku pengeroyokan terhadap sesama siswa SMP.

Permintaan Maaf Lewat Video Resmi

Keempat remaja itu menyampaikan permintaan maafnya melalui video yang direkam di kantor Mapolres Luwu Utara. Dalam video yang beredar, salah satu remaja mengucapkan permohonan maaf atas postingan konten joget mereka di platform media sosial TikTok dan Instagram.

"Sehubungan adanya video viral kami di Tiktok dan Instagram, kami memohon maaf sebesar-besarnya atas postingan tersebut," ucap salah satu remaja dalam video tersebut, seperti dilansir dari sumber berita pada Rabu (1/4/2026).

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Mereka berdalih bahwa aksi joget mereka sama sekali tidak bermaksud untuk merendahkan institusi Kepolisian Republik Indonesia (Polri) atau khususnya Polres Luwu Utara.

Janji Tidak Akan Mengulangi Perbuatan

Selain meminta maaf, keempat ABG tersebut juga berjanji dengan sungguh-sungguh tidak akan mengulangi kejadian serupa di masa depan. Mereka menyatakan penyesalan yang mendalam atas perbuatan mereka yang telah menimbulkan kontroversi dan viral di media sosial.

"Kami sama sekali tidak bermaksud menjatuhkan nama baik kepolisian Polres Luwu Utara," tutur salah satu remaja dalam pernyataannya.

Dalam perkembangan lebih lanjut, terlihat pula orang tua dari para pelaku turut serta menyampaikan permohonan maaf secara terbuka. Orang tua tersebut mengungkapkan penyesalan atas tindakan anak-anak mereka dan berharap kejadian ini dapat menjadi pelajaran berharga.

Latar Belakang Kasus Pengeroyokan

Kasus ini bermula ketika empat siswi ABG dipanggil oleh pihak kepolisian untuk menjalani pemeriksaan terkait dugaan keterlibatan dalam kasus pengeroyokan terhadap teman sekolah mereka yang juga siswa SMP. Namun, alih-alih bersikap serius selama proses pemeriksaan, mereka justru membuat konten joget yang kemudian diunggah ke media sosial.

Konten tersebut dengan cepat menjadi viral dan menuai berbagai reaksi dari masyarakat, mulai dari kecaman hingga kritik terhadap sikap mereka yang dianggap tidak pantas dalam situasi hukum. Viralnya konten ini akhirnya mendorong mereka untuk membuat permintaan maaf resmi di hadapan publik.

Insiden ini menyoroti pentingnya pendidikan karakter dan tanggung jawab sosial di kalangan remaja, terutama dalam penggunaan media sosial yang bijak. Pihak berwenang dan masyarakat berharap kejadian ini dapat menjadi momentum refleksi bagi generasi muda untuk lebih menghormati proses hukum dan institusi negara.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga