Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa tragis yang menimpa tiga santri di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Ketiga santri tersebut diduga menjadi korban tindak kekerasan hingga menyebabkan satu orang meninggal dunia. Peristiwa ini telah menimbulkan luka mendalam bagi keluarga korban dan masyarakat luas.
Belasungkawa dan Tuntutan Keadilan
Sari Yuliati menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban. Ia menegaskan tidak ada alasan yang dapat membenarkan tindakan kekerasan yang menghilangkan nyawa seseorang, terlebih terhadap santri yang sedang menuntut ilmu.
Sebagai Wakil Ketua DPR RI sekaligus wakil rakyat dari daerah pemilihan Pulau Lombok, Sari meminta aparat penegak hukum untuk mengusut kasus tersebut secara tuntas dan transparan. Seluruh pihak yang terlibat harus dimintai pertanggungjawaban sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
"Saya meminta aparat penegak hukum untuk mengungkap kasus ini secara menyeluruh. Tidak boleh ada toleransi terhadap pelaku maupun pihak yang terbukti lalai sehingga peristiwa ini dapat terjadi," tegas Sari. "Keadilan harus ditegakkan dan keluarga korban berhak mendapatkannya," imbuhnya.
Evaluasi Sistem Perlindungan Anak di Pesantren
Menurut Sari, kasus tersebut harus menjadi perhatian serius semua pihak agar tidak terulang kembali. Evaluasi terhadap sistem pengawasan dan perlindungan anak di lingkungan pesantren perlu dilakukan secara menyeluruh guna memastikan keamanan bagi para santri.
Namun demikian, Sari mengingatkan agar masyarakat tidak menggeneralisasi peristiwa tersebut kepada seluruh pondok pesantren. Ia menegaskan hingga saat ini masih sangat banyak pesantren yang menjalankan fungsinya dengan baik serta memberikan lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif bagi para santri.
"Kita tidak boleh menghakimi seluruh pesantren hanya karena perbuatan segelintir oknum. Saya meyakini masih banyak pesantren di Lombok maupun di seluruh Indonesia yang menjadi tempat menuntut ilmu yang aman, membentuk karakter, akhlak, dan masa depan generasi muda bangsa," ujar Sari.
Ajakan Memperkuat Perlindungan Santri
Lebih lanjut, Sari mengajak seluruh elemen masyarakat, pengelola lembaga pesantren, tokoh agama, serta pemerintah daerah untuk memperkuat sistem perlindungan dan pencegahan segala bentuk kekerasan di lingkungan pesantren.
"Keselamatan dan perlindungan santri harus menjadi prioritas bersama. Tidak boleh ada ruang bagi kekerasan dalam bentuk apa pun di lingkungan pesantren," kata Sari. "Anak-anak harus dapat belajar dan menuntut ilmu dengan rasa aman serta nyaman," pungkasnya.



