Pria di Bekasi Diduga Cabuli Santri Berkali-kali, Polisi Buru Pelaku
Pria di Bekasi Diduga Cabuli Santri, Polisi Buru Pelaku

Pria di Bekasi Diduga Cabuli Santri Berkali-kali, Polisi Buru Pelaku

Seorang pria berinisial RBP telah dilaporkan ke Polres Metro Bekasi Kota atas dugaan pencabulan terhadap seorang santri berusia 15 tahun yang terjadi berkali-kali. Kasus ini mencuat ke permukaan setelah pengurus pondok pesantren (ponpes) di Kota Bekasi menaruh kecurigaan terhadap tingkah laku korban yang tidak biasa.

Modus Pelaku dengan Mengaku sebagai Donatur dan TNI

Kuasa hukum santri, Advokat Mohammad, menjelaskan bahwa kasus ini terungkap saat pengurus ponpes memeriksa telepon genggam korban dan menemukan percakapan dengan pelaku yang menunjukkan rasa sayang. RBP diketahui berdomisili di dekat ponpes tersebut dan bertemu korban secara tidak sengaja di depan rumah tahfidz. Pelaku menggunakan modus dengan memberikan uang jajan, mengajak ke mal untuk membeli baju dan makanan, sebelum melakukan tindakan pencabulan di area parkiran mal.

Di hadapan pengurus ponpes, RBP berpura-pura sebagai donatur dan bahkan mengaku-aku sebagai anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI). Dia sering mengunggah foto menggunakan seragam loreng dengan tulisan Komponen Cadangan (Komcad) untuk mendekati para santri. "Pelaku menyampaikan ke pihak pengurus bahwa dia mengaku anggota TNI, seakan-akan donatur, jadi bisa lebih dekat dengan anak santri," ujar Mohammad.

Kekerasan Seksual Berulang Selama Tiga Bulan

Dalam kurun waktu tiga bulan, dari Oktober hingga Desember 2025, RBP diduga melakukan kekerasan seksual terhadap korban sebanyak 10 kali. Semua kejadian terjadi di halaman parkiran sebuah mal di Jalan Alternatif Cibubur, Kota Bekasi. Korban yang merupakan anak yatim dan tidak memiliki ayah, dimanipulasi kesadarannya dengan pemberian barang dan uang, serta merasa takut karena pelaku mengaku sebagai anggota TNI.

"Korban merasa takut karena pelaku mengaku sebagai anggota TNI. Si pelaku masuk seakan-akan sebagai sosok ayah, makanya dikasih HP, dibelikan baju, diajak ke tempat makan mewah, setelah itu dilakukan perkosaan," papar Mohammad lebih lanjut. Kasus ini telah dilaporkan ke Polres Metro Bekasi Kota pada Rabu, 11 Februari 2026, dengan nomor laporan polisi LP/B/506/II/2026/SPKT/POLRES METRO BEKASI KOTA/POLDA METRO JAYA.

Polisi Masih Memburu Pelaku yang Melarikan Diri

Hari ini, korban kembali dimintai keterangan di Polres Metro Bekasi Kota untuk memperjelas kasus ini. Sementara itu, pelaku RBP diduga telah melarikan diri dan masih dalam pengejaran oleh pihak kepolisian. "Saat ini kami sedang di Polres, korban sedang diminta keterangan lagi. Pelaku saat ini masih melarikan diri," tutur Mohammad.

Dikonfirmasi secara terpisah, Kasi Humas Polres Metro Bekasi Kota AKP Suparyono menyatakan akan mengecek penanganan terkini kasus tersebut. "Sebentar saya tanyakan (progresnya)," kata Suparyono. Kasus ini telah ramai dibahas di media sosial, menimbulkan keprihatinan publik terhadap keamanan santri di lingkungan pesantren.