Polisi Ungkap Peran Tiga Tersangka Kasus PRT Loncat dari Rumah Majikan
Polisi Ungkap Peran Tersangka Kasus PRT Loncat

Polisi telah mengungkap peran tiga tersangka dalam kasus dua pekerja rumah tangga (PRT) yang nekat melompat dari rumah majikan di Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, yang mengakibatkan satu orang tewas. Ketiga tersangka tersebut berinisial AV, T alias U, dan WA alias Y. Tersangka T dan WA ditahan pada 29 April 2026, sementara AV ditahan pada 5 Mei 2026.

Peran Masing-Masing Tersangka

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menjelaskan peran masing-masing tersangka. "Peran Tersangka Saudara AV berperan dalam mempekerjakan korban semenjak November 2025 sampai dengan 22 April 2026," ujarnya kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jumat (8/5/2026). Sementara itu, T dan WA berperan mencari korban untuk dipekerjakan atas permintaan AV, hanya berdasarkan kartu keluarga dan foto korban tanpa pemeriksaan yang mendalam.

Pendampingan dan Pasal yang Diterapkan

Penyidik telah berkoordinasi dengan P3A dan LPSK untuk memberikan pendampingan dan perlindungan terhadap saksi korban. Para tersangka dijerat dengan Pasal 446 KUHP, Pasal 455 KUHP, serta Pasal 761 juncto Pasal 88 Undang-Undang Perlindungan Anak.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Kronologi Kejadian

Peristiwa tragis itu terjadi pada Rabu (22/4) malam. PRT berinisial R (15) tewas dalam insiden tersebut, sementara satu lainnya, D (30), mengalami luka-luka. Berdasarkan penyelidikan sementara, korban nekat melompat karena tidak betah bekerja. "Untuk informasi sementara, orang itu katanya nggak betah. Terus dia kabur sama saksi satu. Jadi berdua loncat dari lantai 4. Satu meninggal, satu patah tangan, gitu aja," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Saputra.

Pengakuan Korban Selamat

Polisi juga mendalami keterangan dari PRT yang selamat. Korban selamat mengaku majikannya sadis sehingga mereka tidak betah bekerja. "Mereka itu nggak betah karena majikannya sadis gitu atau sadis katanya. Sadis itu nggak tahu ya gimana kata-katanya ya. Nggak ngomong suka disiksa, tapi galak," kata Roby.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga