PKB MPR: Pemberdayaan Perempuan Kunci Putus Rantai Kekerasan pada Anak
Ketua Fraksi PKB Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz, menegaskan bahwa pemberdayaan perempuan menjadi langkah strategis dan krusial untuk memutus mata rantai kekerasan terhadap perempuan dan anak di Indonesia. Pernyataan ini disampaikan dalam forum dialog bertajuk 'Ngobrol Penuh Inspirasi' (NGOPI) dengan tema "Memutus Rantai Kekerasan Terhadap Perempuan: Tinjauan Multisektoral, Mewujudkan Perempuan Berdaya, Anak Terlindungi", yang digelar di Gedung MPR RI, Jakarta, pada Kamis (12/3/2026).
Perempuan Berdaya Lahirkan Keluarga Kuat
Dalam keterangannya pada Jumat (13/3/2026), Neng Eem menekankan bahwa "Perempuan yang berdaya adalah kunci lahirnya keluarga yang kuat dan masyarakat yang sehat." Ia menjelaskan bahwa ketika perempuan memiliki akses yang memadai terhadap pendidikan, ekonomi, dan ruang pengambilan keputusan, maka potensi terjadinya kekerasan dapat ditekan secara signifikan. Hal ini bukan sekadar wacana, tetapi sebuah kebutuhan mendesak mengingat data yang diungkapkannya dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) Republik Indonesia.
Data tersebut menunjukkan bahwa ribuan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak masih terjadi setiap tahunnya di Indonesia, dengan berbagai bentuk yang mengkhawatirkan. Bentuk-bentuk kekerasan ini meliputi kekerasan fisik, psikologis, seksual, hingga kekerasan berbasis digital yang semakin marak di era teknologi. Kondisi ini, menurut Neng Eem, mengindikasikan bahwa upaya pencegahan dan perlindungan harus dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan, tidak hanya sesaat atau reaktif.
Kolaborasi Lintas Sektor Diperlukan
Neng Eem menegaskan bahwa negara harus hadir tidak hanya melalui regulasi dan kebijakan, tetapi juga melalui penguatan sistem sosial yang melindungi perempuan dan anak secara menyeluruh. "Memutus mata rantai kekerasan tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kolaborasi semua elemen bangsa untuk menciptakan ruang yang aman bagi perempuan dan anak," lanjutnya. Oleh karena itu, Fraksi PKB MPR RI berkomitmen untuk terus memperkuat nilai-nilai konstitusi yang menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia, dengan fokus khusus pada perlindungan terhadap perempuan dan anak.
Komitmen ini akan diwujudkan melalui beberapa langkah strategis yang konkret dan terukur:
- Penguatan kebijakan dan regulasi perlindungan perempuan dan anak agar lebih efektif dan aplikatif.
- Peningkatan akses pendidikan dan literasi kesetaraan gender di semua lapisan masyarakat.
- Pemberdayaan ekonomi perempuan untuk menciptakan kemandirian finansial yang dapat mengurangi kerentanan.
- Penguatan perlindungan berbasis keluarga dan komunitas sebagai garda terdepan.
- Kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, lembaga negara, organisasi perempuan, dan media untuk sinergi yang optimal.
Forum NGOPI Hadirkan Berbagai Pihak
Acara "Ngobrol Penuh Inspirasi" (NGOPI) kali ini tidak hanya menghadirkan Neng Eem sebagai pembicara utama, tetapi juga narasumber dari berbagai latar belakang. Narasumber tersebut berasal dari lembaga negara, organisasi perempuan, tokoh masyarakat, Komisi Penyiaran Indonesia, Fatayat NU, dan Asosiasi Pengusaha Kecil Menengah Mikro Nusantara (APIMSA). Kehadiran berbagai pihak ini menunjukkan bahwa isu kekerasan terhadap perempuan dan anak memerlukan pendekatan multisektoral dan partisipasi aktif dari seluruh komponen bangsa.
Dengan langkah-langkah strategis ini, diharapkan Indonesia dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman dan kondusif bagi perempuan dan anak, sekaligus memutus rantai kekerasan yang telah lama menjadi masalah sosial yang kompleks. Pemberdayaan perempuan bukan hanya tentang kesetaraan, tetapi juga tentang perlindungan dan kesejahteraan generasi mendatang.



