Isak Tangis Pecah Saat Ibu Angkat Ungkap Sisi Kelam Bocah Korban Penganiayaan
Suasana haru dan duka mendalam menyelimuti kisah tragis yang menimpa seorang bocah berusia 13 tahun asal Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Arini Novita Sari (36) tak kuasa menahan isak tangisnya saat berusaha merangkai kembali ingatan tentang momen-momen terakhir bersama NS, anak yang meninggal dunia dalam kondisi mengenaskan dengan tubuh penuh luka.
Dugaan kuat penyebab kematian NS adalah penganiayaan yang dilakukan oleh ibu tirinya sendiri, TR (47). Dalam kesedihan yang mendalam, Arini berulang kali menyeka air mata dengan kerudungnya sambil mengungkap sisi kelam yang selama ini dipendam oleh NS.
Rumah Arini Jadi Tempat Perlindungan
Bagi NS, yang merupakan teman sekamar anak Arini di pesantren, rumah Arini bukan sekadar tempat singgah biasa. Rumah itu menjadi ruang perlindungan dari kenyataan pahit yang harus dihadapinya di rumahnya sendiri. Hubungan keduanya terjalin erat, dengan Arini sering memberikan kenyamanan dan perhatian yang mungkin tak didapatkan NS di lingkungan keluarganya.
Pengakuan Arini ini mengungkap betapa dalamnya penderitaan yang dialami NS sebelum akhirnya meninggal dunia. Kondisi tubuhnya yang penuh luka menjadi bukti nyata dari kekerasan yang diduga terjadi secara berulang. Kasus ini menyoroti pentingnya perhatian terhadap perlindungan anak dari segala bentuk kekerasan, terutama dalam lingkungan keluarga.
Masyarakat setempat dan pihak berwenang kini tengah menyelidiki lebih lanjut untuk mengungkap kebenaran di balik kematian NS. Dukungan dan simpati mengalir bagi keluarga yang berduka, sementara tuntutan keadilan semakin menguat agar pelaku dapat dihukum sesuai dengan perbuatannya.



