Ibu Kandung NS di Sukabumi Diteror Usai Anak Tewas, Minta Perlindungan Lembaga
Ibu NS di Sukabumi Diteror Usai Anak Tewas, Minta Perlindungan

Ibu Kandung NS di Sukabumi Diteror Usai Anak Tewas, Minta Perlindungan LPSK

Seorang ibu kandung NS di Sukabumi, Jawa Barat, mengalami teror dan ancaman setelah anaknya tewas dalam suatu insiden. Kejadian ini telah menimbulkan ketakutan dan keresahan bagi keluarga korban, yang kini membutuhkan perlindungan hukum.

Kronologi Insiden dan Dampaknya

Menurut laporan, anak dari ibu tersebut, yang bernama NS, tewas dalam keadaan yang masih diselidiki oleh pihak berwajib. Setelah kematian anaknya, ibu kandung NS mulai menerima berbagai bentuk teror, termasuk ancaman melalui telepon dan pesan teks, serta tekanan psikologis dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Kondisi ini membuat ibu tersebut merasa tidak aman dan terancam, sehingga ia mengambil langkah untuk meminta bantuan dari Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). LPSK adalah lembaga negara yang bertugas memberikan perlindungan dan bantuan kepada saksi dan korban dalam proses hukum.

Permintaan Perlindungan ke LPSK

Ibu kandung NS telah resmi mengajukan permohonan perlindungan kepada LPSK. Dalam permohonannya, ia menyatakan bahwa teror yang dialaminya dapat menghambat proses hukum dan mengancam keselamatan dirinya serta keluarga yang masih hidup.

"Kami meminta LPSK untuk segera menindaklanjuti permohonan ini dan memberikan perlindungan yang memadai," kata seorang sumber dekat keluarga. Perlindungan yang diminta mencakup pengamanan fisik, bantuan hukum, dan dukungan psikologis untuk membantu ibu tersebut melalui masa-masa sulit ini.

Respons dari LPSK dan Pihak Berwajib

LPSK telah mengonfirmasi penerimaan permohonan perlindungan dari ibu kandung NS. Lembaga ini sedang mengevaluasi kasus tersebut untuk menentukan langkah-langkah perlindungan yang sesuai, berdasarkan undang-undang yang berlaku.

Di sisi lain, kepolisian setempat di Sukabumi juga telah membuka penyelidikan terkait teror yang dialami ibu tersebut. Mereka berjanji untuk bekerja sama dengan LPSK dalam memastikan keamanan korban dan keluarganya, serta mengusut tuntas kasus kematian NS.

Implikasi Sosial dan Hukum

Kasus ini menyoroti pentingnya perlindungan bagi saksi dan korban dalam sistem peradilan Indonesia. Teror terhadap keluarga korban dapat menghambat pencarian keadilan dan menciptakan rasa takut di masyarakat.

Para ahli hukum menekankan bahwa LPSK memiliki peran krusial dalam memberikan rasa aman, sehingga proses hukum dapat berjalan lancar tanpa intimidasi. Mereka juga mendorong masyarakat untuk melaporkan setiap bentuk ancaman atau teror kepada pihak berwajib.

Dengan volume artikel yang diperbesar sekitar 20%, informasi ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran publik tentang hak-hak korban dan pentingnya lembaga seperti LPSK dalam menegakkan keadilan.