Gubernur Jawa Barat Serukan Pengawasan Orangtua Usai Tragedi Pengeroyokan Siswa SMAN 5 Bandung
Kasus meninggalnya Muhammad Fahdly Arjasubrata (17), siswa SMAN 5 Bandung yang diduga menjadi korban pengeroyokan di kawasan Cihampelas, Kota Bandung, telah menimbulkan perhatian serius dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi secara tegas meminta para orangtua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak mereka guna mencegah kejadian serupa terulang di masa depan.
Pernyataan Resmi di Gedung Sate
Dalam pernyataannya di Gedung Sate, Kota Bandung, pada Senin (16/3/2026), Dedi Mulyadi menegaskan bahwa pengawasan dari keluarga merupakan faktor krusial dalam menjaga keselamatan anak, terutama di luar jam sekolah. "Saya minta orangtua. Kan sudah menandatangani, jam 21.00 WIB harus sudah di rumah, tidak mengendarai kendaraan bermotor, tidak mabuk-mabukan. Itu sudah ditulis jelas dalam pernyataan yang ditandatangani," kata Dedi dengan nada serius.
Insiden tragis ini terjadi di kawasan Cihampelas, yang dikenal sebagai area ramai di Bandung, dan telah menyoroti pentingnya peran orangtua dalam memantau aktivitas anak. Fahdly, yang masih berstatus pelajar, diduga mengalami pengeroyokan yang berujung pada kematiannya, menimbulkan duka mendalam bagi keluarga dan komunitas sekolah.
Langkah Pencegahan dan Imbauan
Dedi Mulyadi mengingatkan bahwa pernyataan yang telah ditandatangani oleh orangtua mencakup komitmen untuk memastikan anak pulang ke rumah sebelum pukul 21.00 WIB, menghindari penggunaan kendaraan bermotor tanpa izin, dan tidak terlibat dalam kegiatan mabuk-mabukan. "Pengawasan ini bukan sekadar formalitas, tetapi bagian dari tanggung jawab moral untuk melindungi generasi muda dari bahaya di lingkungan sosial," tambahnya.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat berharap tragedi ini dapat menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak, dengan fokus pada:
- Meningkatkan komunikasi antara orangtua dan anak mengenai keselamatan.
- Memperkuat pengawasan di area publik seperti Cihampelas.
- Mendorong kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan aparat keamanan.
Kasus ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut oleh pihak berwajib, sementara masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan proaktif dalam menjaga lingkungan sekitar.
