Gubernur Jawa Barat Tegaskan Pengawasan Anak di Luar Sekolah Merupakan Tanggung Jawab Utama Orang Tua
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, yang akrab disapa KDM, secara tegas menyatakan bahwa pengawasan terhadap aktivitas anak di luar jam sekolah sepenuhnya menjadi tanggung jawab orang tua. Pernyataan ini disampaikan menyusul insiden tragis berupa pengeroyokan terhadap seorang pelajar di Bandung yang berakhir dengan kematian korban.
Pernyataan Resmi di Mapolsek Gempol
Dedi Mulyadi menyampaikan penegasan penting ini saat diwawancarai di Mapolsek Gempol, yang terletak di Kecamatan Gempol, Kabupaten Cirebon, pada hari Sabtu tanggal 14 Maret 2026. Dalam kesempatan tersebut, gubernur menekankan bahwa orang tua memiliki peran krusial dalam memastikan keselamatan dan perilaku anak-anak mereka di lingkungan luar sekolah.
Komitmen Tertulis dari Orang Tua
Menurut penjelasan Dedi Mulyadi, para orang tua sebenarnya telah menandatangani surat pernyataan yang berisi komitmen formal agar anak mereka tidak menggunakan kendaraan bermotor tanpa pengawasan yang memadai. Surat pernyataan ini merupakan bagian dari upaya preventif untuk mencegah terjadinya insiden-insiden yang tidak diinginkan, termasuk kecelakaan lalu lintas atau keterlibatan dalam kegiatan berisiko tinggi.
Gubernur menambahkan bahwa meskipun sekolah memiliki tanggung jawab dalam mendidik dan membimbing siswa selama jam belajar, pengawasan di luar waktu tersebut harus lebih ditingkatkan oleh keluarga. Hal ini terutama penting mengingat maraknya kasus kekerasan dan pelanggaran yang melibatkan remaja di berbagai daerah.
Insiden pengeroyokan pelajar di Bandung yang baru-baru ini terjadi telah menyoroti urgensi dari pernyataan Dedi Mulyadi. Korban yang merupakan siswa SMA negeri di Bandung tersebut tewas setelah mengalami penganiayaan berat oleh sekelompok pelaku. Kejadian ini memicu keprihatinan luas di kalangan masyarakat dan otoritas pendidikan.
Dedi Mulyadi juga mengimbau agar seluruh pihak, termasuk sekolah dan aparat keamanan, dapat bekerja sama dengan orang tua dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi anak-anak. Namun, ia menegaskan kembali bahwa tanggung jawab utama tetap berada di pundak orang tua, mengingat mereka yang paling memahami rutinitas dan pergaulan anak sehari-hari.
Pernyataan gubernur ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran orang tua akan pentingnya pengawasan ekstra terhadap kegiatan anak di luar sekolah, serta mendorong tindakan proaktif untuk mencegah terulangnya tragedi serupa di masa depan.
