Komisi X DPR Desak Tim Khusus Usut Kasus Child Grooming Kepsek di Tangsel
DPR Desak Tim Khusus Usut Child Grooming Kepsek Tangsel

Komisi X DPR RI mendesak pembentukan tim khusus untuk mengusut kasus dugaan manipulasi psikologis terhadap anak atau child grooming yang dilakukan oleh kepala sekolah SMK di Pamulang, Tangerang Selatan (Tangsel). Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani menyatakan perhatian serius terhadap kasus ini dan menekankan pentingnya lingkungan sekolah yang aman.

Komisi X Kecam Penyalahgunaan Relasi Kuasa

Lalu Hadrian mengecam segala bentuk penyalahgunaan relasi kuasa oleh pendidik. Ia menyebut modus child grooming sangat berbahaya karena menggunakan pendekatan psikologis dan manipulasi emosional terhadap anak. Menurutnya, kasus kekerasan di sekolah, termasuk pelecehan seksual, masih menjadi tantangan serius dengan pola yang semakin kompleks.

Landasan Kebijakan Wajib Dilaksanakan

Lalu menekankan bahwa Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman harus dilaksanakan secara ketat. Ia juga mendorong pembentukan tim khusus yang melibatkan pihak sekolah, dinas pendidikan, psikolog, pendamping anak, dan aparat penegak hukum jika ditemukan unsur pidana. Pendekatan ini penting untuk memastikan perlindungan dan pemulihan bagi peserta didik, tidak hanya berorientasi pada sanksi.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Polisi Masih Selidiki Kasus

Kepala sekolah berinisial AMA telah diperiksa oleh Polres Tangerang Selatan. Kasat Reskrim Polres Tangsel AKP Wira Graha Setiawan mengonfirmasi bahwa AMA datang sendiri untuk mengklarifikasi berita yang beredar. Pemeriksaan berlangsung hingga pukul 23.00 WIB. Namun, korban belum membuat laporan polisi (LP), dan hasil pemeriksaan masih dalam proses penyelidikan.

Polres Tangsel Tidak Mediasi

Wira menegaskan bahwa Polres Tangsel tidak melakukan atau mengawal mediasi apa pun terkait perkara ini. Pihaknya berfokus pada upaya memfaktakan informasi yang beredar melalui proses penyelidikan. Polisi masih mencari fakta dan kebenaran di balik dugaan child grooming tersebut.

Kasus ini menjadi perhatian publik dan menunjukkan pentingnya perlindungan anak di lingkungan pendidikan. Komisi X DPR berkomitmen mengawal kasus ini hingga tuntas.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga