Bocah 4 Tahun Viral Jadi Pemulung, Polisi Turun Tangan Antar Pulang ke Ibu
Seorang bocah berusia 4 tahun bernama Fikri menjadi sorotan publik setelah video dirinya memulung botol bekas viral di media sosial. Video tersebut merekam aktivitas Fikri di Jalan Rawa Sumur, Kelurahan Jatinegara, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, yang menggambarkan realita kemiskinan di ibu kota.
Setiap hari, Fikri ikut memulung untuk membantu neneknya, Tursini, yang sehari-hari bekerja sebagai pemulung. Kondisi keluarganya tergolong memprihatinkan. Ayah Fikri diketahui sedang menjalani proses hukum di Polres Bekasi, sementara ibunya, Sri Sulistiyowati, telah menikah lagi dan tinggal di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.
Respon Cepat dari Kepolisian Jakarta Timur
Merespons viralnya video tersebut, Kapolres Jakarta Timur Kombes Alfian Nurrizal bersama Wakapolres Metro Jakarta Timur AKBP Achmad Akbar langsung turun ke lokasi tempat tinggal Fikri. Mereka memastikan kondisi sebenarnya dan menemukan bahwa Fikri tinggal bersama neneknya di sebuah lapak pemulung.
"Kami hadir bukan hanya sebagai aparat penegak hukum, tetapi juga sebagai bagian dari negara yang berkewajiban memastikan setiap anak mendapatkan perlindungan dan masa depan yang layak," ujar Alfian dalam keterangan yang dilansir Antara, Jumat (13/3/2026).
Kapolres juga bertemu dengan adik Fikri, N (3), dan sang nenek. Jajaran kepolisian memberikan perhatian serta makanan ringan kepada kedua anak tersebut. Selanjutnya, Alfian melakukan komunikasi langsung dengan ibu kandung kedua anak melalui video call.
Proses Pemulangan ke Sumedang dengan Kendaraan Dinas Polisi
Dalam percakapan itu, Sri Sulistiyowati menyampaikan kesediaannya untuk kembali mengasuh Fikri dan N di Sumedang. Kapolres berjanji memulangkan bocah itu kepada ibunya. "Kami sudah berkoordinasi dengan Kapolres Sumedang dan Dinas Sosial setempat agar kedua anak ini tetap mendapatkan pendampingan setelah kembali ke lingkungan keluarganya," katanya.
Proses penanganan dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara penyerahan anak yang disaksikan pihak keluarga, kepolisian, dan Dinas Sosial. Pada Kamis (12/3) sore, Polres Metro Jakarta Timur bersama Dinas Sosial DKI Jakarta mengantar langsung Fikri dan N ke rumah ibunya di Kabupaten Sumedang menggunakan kendaraan dinas kepolisian.
Alfian memastikan proses pemulangan tidak berhenti pada pengantaran saja. Pihaknya telah berkoordinasi dengan Polres Sumedang serta Dinas Sosial setempat untuk melakukan pendampingan lanjutan guna memastikan hak-hak anak tetap terlindungi.
Peran Dinas Sosial dalam Melindungi Hak Anak
Sementara itu, Kepala Satuan Pelaksana Sosial Kecamatan Cakung Dhona Susanti menegaskan bahwa pihaknya hadir untuk memastikan hak-hak anak tetap terlindungi melalui koordinasi berbagai pihak. "Kami dari Dinas Sosial hadir sebagai perpanjangan tangan negara untuk memastikan anak-anak ini mendapatkan perlindungan dan hak-haknya terpenuhi. Seluruh proses dilakukan secara terkoordinasi agar masa depan mereka tetap terjamin," ungkap Dhona.
Kasus ini menyoroti isu kemiskinan dan perlindungan anak di Indonesia, sekaligus menunjukkan respons cepat dari aparat dan dinas terkait dalam menangani situasi darurat sosial. Harapannya, Fikri dan adiknya dapat tumbuh dengan lebih baik di lingkungan keluarga yang mendukung di Sumedang.
