Keluarga Ungkap Gelagat Aneh: Dinikahi Lelaki Palsu, Intan Dipaksa Bikin Paspor ke Kamboja
Dinikahi Lelaki Palsu, Intan Dipaksa Bikin Paspor ke Kamboja

Keluarga Ungkap Gelagat Aneh: Dinikahi Lelaki Palsu, Intan Dipaksa Bikin Paspor ke Kamboja

Keluarga Intan Anggraeni sempat dilanda kecemasan mendalam. Mereka khawatir perempuan malang itu berpotensi menjadi korban perdagangan orang setelah mengalami peristiwa tragis. Intan baru saja melaporkan Erfastino Reynaldi Malawat ke Polresta Malang Kota. Yang mengejutkan, Erfastino ternyata adalah seorang wanita yang dengan licik memalsukan identitasnya sebagai laki-laki dan menikahi Intan.

Laporan Fokus pada Pemalsuan Dokumen Pernikahan

Perwakilan keluarga Intan, Eko NS, menjelaskan dengan tegas bahwa laporan tersebut dibuat terutama karena adanya dugaan pemalsuan identitas yang digunakan pelaku selama proses pernikahan berlangsung. "Fokus kami laporan soal pemalsuan dokumen yang digunakan untuk pernikahan," tegas Eko di Polresta Malang Kota, Rabu (8/4/2026).

Namun, kekhawatiran keluarga tidak berhenti di situ. Eko juga mengungkap adanya indikasi lain yang sangat mencurigakan. Pelaku diketahui sempat memaksa korban untuk segera membuat paspor dengan rencana pergi ke Kamboja. Hal ini langsung memicu alarm bahaya dalam benak keluarga. "Pelaku sempat memaksa buat paspor untuk ke Kamboja. Takutnya malah jadi korban perdagangan orang," ungkap Eko dengan nada was-was.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Korban Alami Trauma Berat dan Ancaman Misterius

Dampak psikologis yang dialami Intan sungguh parah. Sejak kejadian mengerikan itu terungkap, kondisi mentalnya masih sangat trauma. Korban kini diliputi ketakutan untuk keluar rumah dan memilih mengundurkan diri dari pekerjaannya. Eko menyebut bahwa pelaku juga sempat melontarkan berbagai ancaman menakutkan, mulai dari ancaman akan melaporkan korban ke polisi hingga ancaman penculikan yang mencekam.

Kekhawatiran keluarga semakin menjadi-jadi setelah beberapa kali menyaksikan mobil mencurigakan datang dan parkir di sekitar rumah korban. Yang aneh, kendaraan tersebut langsung meninggalkan lokasi dengan cepat saat dihampiri oleh warga maupun anggota keluarga. Kasatreskrim Polresta Malang Kota, AKP Rahmad Aji Prabowo, membenarkan telah menerima laporan tersebut. Dia menyatakan bahwa pihak kepolisian saat ini masih mendalami kasus dugaan penipuan dan pemalsuan identitas ini secara intensif. "Laporan sudah kami terima. Saat ini kasus sedang kami dalami lebih lanjut," jelasnya.

Modus Pelaku yang Licik dan Janji-janji Palsu

Intan mengisahkan bahwa dia pertama kali mengenal pelaku pada awal Februari 2026 saat bekerja di sebuah kafe di kawasan Kota Batu. Hubungan mereka berkembang dengan cepat dan mulus. Tak butuh waktu lama, mereka mulai berpacaran pada 14 Februari 2026 dan memutuskan untuk menikah secara siri pada 3 April 2026.

Selama masa perkenalan, Intan sama sekali tidak menaruh kecurigaan sedikitpun. Bahkan, menurut pengakuannya, suara dan penampilan pelaku sangat meyakinkan sebagai seorang pria sejati. "Dia ngakunya cowok, suaranya juga kayak cowok," ujar Intan dengan suara lirih. Pelaku mengaku berasal dari Jakarta dan bekerja sebagai konsultan profesional.

Untuk memperdaya korban, pelaku memberikan janji-janji manis yang sulit ditolak:

  • Menjanjikan rumah mewah dan mobil Lamborghini untuk Intan
  • Meminta korban membuat paspor untuk pergi ke luar negeri
  • Menjanjikan mahar pernikahan sebesar 400 US dollar

Namun kenyataannya sangat pahit. Saat pernikahan berlangsung, pelaku hanya mampu memberikan mahar sebesar Rp 100 ribu. Kebohongan besar tentang identitasnya sebagai perempuan akhirnya terbongkar pada malam pertama setelah pernikahan. Saat itu, Intan terkejut bukan main melihat pelaku menggunakan alat kelamin buatan. Tangisnya langsung pecah dan membuat seluruh keluarga gempar.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga