Lapas Narkotika Karang Intan Fasilitasi Pendidikan S1 bagi Narapidana
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Karang Intan telah meluncurkan inisiatif pembinaan baru berupa program perkuliahan Strata 1 (S1) untuk warga binaan pemasyarakatan (WBP) atau narapidana. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kualitas diri para napi, dengan suasana kelas yang diadakan secara rutin.
Program Pendidikan untuk Perbaikan Diri
Kepala Lapas Narkotika Karang Intan, Yugo Indra Wicaksi, menekankan pentingnya program ini dalam memberikan kesempatan bagi narapidana untuk memperbaiki diri. "Kami ingin memastikan bahwa warga binaan tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas hidupnya," ujar Yugo, seperti dikutip dari situs Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) pada Senin (16/3/2026).
Dia menambahkan bahwa melalui perkuliahan ini, para napi dapat menimba ilmu, membangun karakter, serta mempersiapkan masa depan yang lebih baik setelah bebas. Program ini diharapkan dapat mengurangi risiko residivisme dan membantu reintegrasi sosial.
Suasana Kelas dan Materi Pendidikan Karakter
Pada Sabtu (14/3), sekitar 20 narapidana mengikuti sesi perkuliahan yang dibawakan oleh dosen Ida Komalasari. Materi yang diberikan adalah Pendidikan Karakter, dengan penekanan pada:
- Integritas dan tanggung jawab
- Disiplin dalam kehidupan sehari-hari
- Kemampuan membangun masa depan pasca-bebas
Ida menyampaikan bahwa materi ini dirancang sebagai bekal penting bagi para napi saat kembali ke masyarakat. "Saya melihat semangat luar biasa dari para mahasiswa di sini. Pendidikan karakter bukan hanya tentang teori, tetapi bagaimana seseorang mampu mengenali diri, memperbaiki sikap, dan menumbuhkan nilai-nilai positif dalam kehidupan," tuturnya.
Dia berharap ilmu yang diperoleh dapat membantu mereka menjalani hidup yang lebih bermakna dan produktif.
Respons Positif dari Narapidana
Salah satu narapidana, Fahmi, mengungkapkan rasa syukurnya atas fasilitas perkuliahan ini. "Kami sangat bersyukur mendapatkan kesempatan kuliah di sini. Kegiatan ini membuat kami merasa dihargai dan memberi harapan untuk masa depan," ungkapnya.
Fahmi menambahkan bahwa ilmu yang didapatkan menjadi motivasi untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik ketika kembali ke masyarakat. Program ini tidak hanya memberikan edukasi, tetapi juga membangun kepercayaan diri dan optimisme di antara para napi.
Inisiatif Lapas Narkotika Karang Intan ini mencerminkan komitmen dalam reformasi sistem pemasyarakatan, dengan fokus pada rehabilitasi dan pemberdayaan melalui pendidikan. Diharapkan, program serupa dapat diadopsi oleh lembaga pemasyarakatan lainnya di Indonesia.
