Pria di Bekasi Pulih Usai Diduga Diculik dan Diperas oleh Kelompok Palsu Polisi
Pria Bekasi Pulih Usai Diduga Diculik dan Diperas

Pria di Bekasi Pulih Usai Diduga Diculik dan Diperas oleh Kelompok Palsu Polisi

Seorang pria berinisial AA telah dilarikan ke rumah sakit setelah diduga menjadi korban penculikan dan pemerasan oleh sekelompok orang yang mengaku-aku sebagai polisi di kawasan Grand Wisata, Kabupaten Bekasi. Kondisi korban saat ini dilaporkan telah membaik secara fisik, menurut keterangan dari pihak kepolisian setempat.

Respons Cepat dari Kepolisian

Kapolsek Setu, AKP Usep Aramsyah, menyatakan bahwa korban secara fisik sudah sehat. Meskipun korban belum membuat laporan polisi secara resmi, pihak kepolisian telah mengambil inisiatif untuk menjemput bola dan melakukan penyelidikan awal. "Kami sudah tindak lanjuti, jemput bola walau sampai saat ini korban belum membuat laporan secara resmi," ujar Usep dalam pernyataannya pada Selasa, 31 Maret 2026.

Polisi masih mendalami motif di balik dugaan penculikan ini. "Jadi untuk motif dan alasan kejadian tersebut kami masih menunggu waktu dari korban untuk memberikan keterangannya," jelas Usep, menekankan bahwa penyelidikan terus berlanjut untuk mengungkap kebenaran peristiwa tersebut.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Kronologi Kejadian yang Terungkap

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, mengonfirmasi bahwa Satreskrim Polres Metro Bekasi dan Polsek Setu telah bergerak cepat merespons insiden ini. "Terkait dugaan pemerasan, kami sampaikan bahwa Satreskrim Polres Metro Bekasi bersama Polsek Setu telah bergerak cepat melakukan pengecekan dan pendalaman atas informasi tersebut," kata Budi Hermanto.

Berdasarkan keterangan awal, peristiwa ini diduga terjadi pada Jumat, 20 Maret 2026, sekitar pukul 23.00 WIB, saat korban berada di depan gerbang BTR 7 di Grand Wisata. Korban didatangi oleh beberapa pelaku, kemudian dibawa ke dalam sebuah kendaraan dan mengalami kekerasan. Korban kehilangan uang tunai dan sejumlah dana dari rekeningnya sebelum akhirnya diturunkan kembali di wilayah Grand Wisata dan mendapatkan perawatan medis.

Polisi telah melakukan upaya jemput bola dengan menemui korban pada Minggu, 29 Maret, setelah menelusuri keberadaannya ke rumah sakit dan alamat keluarganya. Saat ini, penyelidikan difokuskan pada:

  • Pengecekan lokasi kejadian untuk mengumpulkan bukti fisik.
  • Pencarian saksi-saksi yang mungkin melihat atau mengetahui peristiwa tersebut.
  • Penelusuran rekaman CCTV di sekitar tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengidentifikasi pelaku.

Langkah-langkah ini diambil untuk memastikan rangkaian peristiwa secara utuh dan mengungkap identitas para pelaku yang terlibat dalam dugaan penculikan dan pemerasan ini.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga